Bangku Tua di Alun-Alun Jiwa: Puisi Syalmiah

33

bangku tua itu tak berlabuh di alun-alun
tapi, di pelataran jiwa yang retak
bukan terbuat dari kayu, melainkan rasa
tancap di tanah gersang makna

duduklah sejenak, bisik angin tak terlihat
akan kuceritakan padamu sesuatu
tentang rindu di palung yang paling sunyi
dan bangku tua saksi yang pergi tak pernah kembali

di antara pohon-pohon ingatan yang kian layu
bangku itu telah lama tergerus lelah
menunggu yang tak akan datang
muram yang makin biru

Tulisan Terkait

kidung itu masih sisakan gema
dalam ruang yang tak kau mengerti
bangku tua makin larut dalam hening
gali ruang hati yang semakin asing

bangku tua di alun-alun jiwa
adalah simpul kisah tanpa kata
hanya gulung sunyi jadi cerita
yang masih tersimpan di sudut tak bernama

Kodam 2, 11 Oktober 2024

Syalmiah, seorang guru yang lahir di Maros dari pasangan orang tua yang bersahaja. Pernah mengenyam pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Makassar. Membaca dan menulis adalah hobinya. Saat ini masih menimba ilmu di Asqa Imagination School (AIS). DIA dapat ditemui di Ig: Syalmiah74_

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan