bangku tua itu tak berlabuh di alun-alun
tapi, di pelataran jiwa yang retak
bukan terbuat dari kayu, melainkan rasa
tancap di tanah gersang makna
duduklah sejenak, bisik angin tak terlihat
akan kuceritakan padamu sesuatu
tentang rindu di palung yang paling sunyi
dan bangku tua saksi yang pergi tak pernah kembali
di antara pohon-pohon ingatan yang kian layu
bangku itu telah lama tergerus lelah
menunggu yang tak akan datang
muram yang makin biru
kidung itu masih sisakan gema
dalam ruang yang tak kau mengerti
bangku tua makin larut dalam hening
gali ruang hati yang semakin asing
bangku tua di alun-alun jiwa
adalah simpul kisah tanpa kata
hanya gulung sunyi jadi cerita
yang masih tersimpan di sudut tak bernama
Kodam 2, 11 Oktober 2024
Syalmiah, seorang guru yang lahir di Maros dari pasangan orang tua yang bersahaja. Pernah mengenyam pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Makassar. Membaca dan menulis adalah hobinya. Saat ini masih menimba ilmu di Asqa Imagination School (AIS). DIA dapat ditemui di Ig: Syalmiah74_