Belajar Banyak Hal Dari Buku: Catatan Jimmy Frismandana Kudo

161

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merdeka melalui berbagai perjuangan para pahlawan Indonesia dengan cara masing-masing. Tokoh-tokoh bangsa dan pahlawan-pahlawan negara juga mempunyai berbagai pemikiran yang brilian sehingga menghasilkan suatu konsep yang dilaksanakan dengan baik dan benar bagi pertumbuhan dan kemajuan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Perjuangan dan pengorbanan pahlawan-pahlawan ini kita lanjutkan dari dulu, sekarang, dan masa depan sebagai bentuk nyata pertanggungjawaban generasi penerus Indonesia karena di tangan merekalah, masa depan bangsa dan negara indah ini berada.

Kita semua dapat belajar banyak hal dari berbagai buku yang telah kita baca. Hal ini sangat penting bagi bangsa dan negara. Penulis pribadi menulis tulisan sederhana ini sebagai upaya untuk selalu menyadarkan kita semua betapa pentingnya buku dalam perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari berbagai buku yang dibaca, kita semua dapat belajar beberapa hal.

Pertama, bertambahnya rasa ingin tahu. Dari beragam buku yang kita baca, dapat menambah rasa ingin tahu sehingga kita mendapatkan banyak informasi baru yang penting bagi perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Rasa ingin tahu merupakan elemen penting dalam menemukan berbagai bahan bacaan yang baru sehingga menambah lengkap pengetahuan lama yang sudah diketahui.

Rasa ingin tahu ini tentu sebaiknya ditumbuhkan dari masa kecil sehingga seiring waktu bisa menjadi kebiasaan yang baik dan membudaya. Apabila rasa ingin tahu telah menjadi suatu kebiasaan yang membudaya maka hal ini dapat menjadi jati diri sekaligus karakter yang melekat dalam diri banyak orang sehingga menjadikan mereka unik dan berbeda dari yang lain serta mampu membuat berbagai perbedaan dalam makna yang baik dan benar.

Kedua, merawat buku dengan sepenuh jiwa. Berbagai buku, baik buku lama maupun buku baru yang telah didapatkan, dibaca, dan dicerna dengan baik, dirawat dengan sebaik-baiknya dari hati yang paling dalam oleh para pembaca sejati ini. Ada rasa kegembiraan tersendiri ketika para pembaca sejati ini merawat berbagai jenis buku yang telah ia miliki dari dulu, kini, dan untuk selama-lamanya untuk dapat diteruskan dan diwariskan semangat literasinya kepada generasi berikutnya.

Tulisan Terkait

Saat para pembaca sejati ini merawat buku sepenuh jiwa, hal ini dapat dilihat dari berbagai cara mereka memperlakukan buku-buku dengan senang hati. Buku-buku ditata dan diletakkan dalam posisi yang baik dan benar. Buku-buku ini dalam jangka waktu tertentu dibersihkan agar seiring waktu kualitas buku tetap baik dan terjaga sehingga kekal dalam memori ingatan dan kenangan yang menawan hati.

Ketiga, menjadi pribadi yang rendah hati. Dengan membaca berbagai jenis buku yang telah dibaca dan dipahami dengan sebaik-baiknya maka hal ini dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang rendah hati. Mengapa? Karena dari buku-buku kita telah mendapatkan beragam informasi yang menambah berbagai pengetahuan baru. Tentu saja, pengetahuan baru ini didapat tidak hanya dari satu buku tetapi dari banyak buku yang dibaca dengan pola pikir kritis dan analisis yang tajam layaknya detektif literasi yang selalu penasaran dengan berbagai jenis buku.

Para pembaca sejati menjadi sadar bahwa betapa sangat luas dunia ini. Kutipan klasik yang menyatakan bahwa buku adalah jendela dunia memang sangat benar adanya. Semakin banyak buku yang telah dibaca membuat mereka sadar betapa luasnya ilmu pengetahuan dan masih banyak hal baru, informasi baru, serta pengetahuan baru yang belum mereka dapatkan dan ketahui sehingga hal ini dapat menghapuskan dan menghilangkan kesombongan serta merasa paling tahu segalanya. Ingat kalimat klasik yang menyatakan bahwa di atas langit masih ada langit.

Kombinasi ketiganya yaitu bertambahnya rasa ingin tahu, merawat buku dengan sepenuh jiwa, dan menjadi pribadi yang rendah hati menjadikan orang-orang yang mencintai buku sebagai bagian dari generasi penerus bangsa dan negara Indonesia dalam bidang literasi. Indonesia harus tumbuh subur dalam banyak hal termasuk dalam bidang literasi sebagai negara besar dan mempunyai berbagai cerita sejarah yang berasal dari perjuangan para pahlawan Indonesia termasuk pemikiran-pemikiran menawan yang sampai hari ini dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada akhir tulisan ini, penulis ingat kalimat dari Charles William Eliot, akademisi Amerika Serikat yang pernah menjabat sebagai Presiden Universitas Harvard dari tahun 1869 hingga 1909. Charles William Eliot mengatakan, “Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and wisest of counselors, and the most patient of teachers.” Terjemahannya adalah buku-buku adalah teman yang paling tenang dan paling setia; buku-buku mudah didapatkan dan penasihat yang paling bijaksana, dan guru yang paling sabar. Kita semua dapat belajar banyak hal dari buku untuk menjadi warga negara yang mencintai dan menyayangi buku dengan sepenuh hati paling dalam!

Jimmy Frismandana Kudo, Guru Pendidikan Pancasila, SMA Darma Yudha, Pekanbaru, frismandana@yahoo.co.id

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan