Berobat di Atap Tobat: Puisi Yenni Reslaini

138

lambung kami sakau atas lapar
di tanah subur sedunia
dari atas bentang atap rimba
sawah dengan padi menua
nyatanya perut terlilit dengan cacing kikit
busung dari petinggi priyayi
bernyanyi di kerongkongan mati peti-peti

menunggu bertemu tanah di perut bumi
tangan-tangan menggali
kerontang impi di batas matahari
negeri yang bernama Pertiwi
sakitnya merenggut jatah hidup muda mudi

Berita Lainnya

entah apa pantangan rasa
agar obat jadi mujarab
lekas sembuh di pojok pintu abad
tenangkan kerongkongan kesat
damaikan gaduh lambung yang cacingnya dipenuhi khilaf
kenyang, terbebas dari ranggas miskin
cita-cita sejengkal perut dari negeri para badut

Rantauprapat, 10 Desember ember 2024

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan