Kategori Pencarian
Perahu Kata
Rina Sukamaki Naroto: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dari desa berangkat cerita menggerus cita pada kemurahan caya melepuk kasih ke kubah…
Dingkis: Puisi Wahyu Mualli Bone
Dingkis dingkis
Memandang meja terkenang dingkis dingkis
Rasanya kurang kalau tak…
Sekrup Seni: Puisi Wahyu Mualli Bone
Seni, sekarangmu tidak bisa dibiarkan sampai beralasan dahulumu.
Simpul simpai yang…
Pakai Part: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sekarang mau naik daun belum sampai-sampai. Banyak yang perlu dipelajari, bentuk pohon,…
Mak-Mak Sumur Bor: Puisi Wahyu Mualli Bone
Begitulah, bangunan diksi ramuan bumbu, bulat segi-segi.
Bauran hambur guyur ratu…
Partai Emas: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Visi kami
Bangsa-bangsa emas jadi utama
Jadikan sejarah pertama
Kemudian agungkan…
Parti Parsial: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bagi bagi rezeki.
Silakan dihirup wewangian merah ini.
Cicipi bangkit empuk kuning ini.…
Rindu: Puisi Bunda Swanti
Apa kabar puisi
Masihkah ada diksidiksi
Tertata apik direrentuhan rindu
Lalu menetap…
Apapun Warnanya, Merah!: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Lukai, baku bunuh
Benda tajam
Barang tumpul
Warna apapun kulitnya
Darahnya meriang…
Kamar Hitam: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aku pernah tidur di kamarmu
Merasakan tempat tidurmu
Urang-urang tembikar, cuat kulitan…
Ikrar Guru Sepanjang M(asa): Puisi Lisma Tarianbutar
Dirangkai dari angka-angka yang hancur berkeping menjadi sebuah nilai berarti
Dipeluknya…
Melipat Kenangan: Puisi Lisma Tarianbutar
Dalam angan tersimpan sejuta kenangan
Satu-persatu cerita melekat
Sesekali dibuka dan…
Senyum Beda: Wahyu Mualli Bone
Sampai nanti. Akhirnya dijemput juga. Dengan senyum beda menanyakan. Ke rumah pasti bisa.…
Bang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Akan semakin sayup berkabar. Kata buku-buku.
Seputar kabar tentang pertemuan pakar…
Matahari Hilir: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lelah memeluk lipatan tangan. Kaki yang kerap melangkah terhenti sejenak, Otak lempam…