Kategori Pencarian
Puisi
Metafora: Puisi Wahyu Mualli Bone
Berdiri ini cerita lama yang mengundang duduk harus ada sebelumnya. Berdiri kembali,…
Paripurna: Puisi Die Aisandi
Dalam sekarung lapar tuan merindukan bulir-bulir kenyang dan rampasan-rampasan nasib…
Aku Suka Bunga Matahari: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aku tidak suka bunga matahari
Mulanya bulan tunjukkan
Kembang kuning seribu
Tilam…
Rembulan, Hujan, dan Bale Bambu: Puisi Die Aisandi
Saat itu bulan tepat di langit barat
Di atas bale aku merintih
Sial! Pantatku perih…
Gurau Dibalik Risau: Puisi Prayogi Hadi Santoso
Pergi yang bersanding dengan pulang sedangkan orang-orang berlalu-lalang
Tertuju yang…
Jammu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Belum terbuka mata, kali pertama bersatu di tempat layak mu.
Sekitar menjagamu sampai…
Takus di Tiongkok: Puisi Wahyu Mualli Bone
Di mana
Di muara, di hulu banyak kata.
Kata si sipit mata dengan kulit cerah…
Pertahankan Ilmu di Akhirat Zaman: Safira Ramadani Mahfud
Jagat mencekam, bumi memburuk
Waktu terus berputar sesuai peran
kehidupan terus berjalan…
Si Tati Jadi Pocong: Puisi Die Aisandi
Senja itu kau berlari
Di antara padang ilalang
Menuju pusara dan berdiri
Di bawah…
Sajak Air Mata: Puisi G. Sukaton
sudah sampailah generasi muslim di titik nadir kehidupan yang sangat memprihatinkan.…
Selindung Huni: Puisi Wahyu Mualli Bone
Tata bata tindih celah. Rapat tumpuk ketat rekat.
Selidik benang setimbang air.…
Indonesia Tak Berkelamin: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sejak lama lisan meriwayatkan alamat. Membuka urat-urat penting satu persatu sampai…
Saat Puisi Bungkam: Puisi Wahyu Mualli Bone
Gelap warnanya, yang dapat dibaca mata hanya hitam.
Terang saja, nampak segala sudut…
Berebut Sebut: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Silam ditinggal, akhirnya
Kian akrab kau disebut kamu jadi tegang garis-garis rahang…
Perempuan Lembut Tetapi Kuat: Puisi Bunda Swanti
Di tepian senja, di antara bayang-bayang,
Dia berdiri tegar, anggun di langit merah…