Kategori Pencarian
Samudera Kata
Samudera Kata
Sekali Peristiwa: Puisi Shafwan Hadi Umry
Seekor merpatiberlindung di terik mataharilangit Oman yang garangmemanggang kota siang!-->…
Menaklukkan Angin Di Ngeri Oman: Puisi Tantri Subekti
Sembari waktu bermandikan air hidangan sopMenampakkan cerita tentang bayanganSilau!-->…
Bulan dan Matahari dalam Satu Ranting: Puisi Tantri Subekti
Andai bulan dan matahari jatuh dalam satu tampias ranting di ujung senjaMeraung sunyi!-->…
Pekatnya Pergulatan Interaksi Simbolik dalam “Pesajian”: Catatan Bambang Kariyawan Ys.
Senja di jalan Dwi MartaMalam mulai menggulitaTebing tanpa cahayaAir mengalir derasDi!-->…
Lamentasi Agustus: Puisi Marina Novianti
entah mengapa, setiap agustusaku mendadak lupa cara bernyanyikucoba menaikkan suaratapi!-->…
The Soul Flew Away…: Mai Văn Phấn’s Poetry
…A spider’s hammock being torn by the lifting fogReturns freedom to the soft tongues of!-->…
di tubuhmu kemerdekaan semakin sungsang: Puisi Yudi Muchtar
malam sumbang. perihal hidup yang sambung di tubuhmu kian rumpang banyak luka tak!-->…
Ode Kemerdekaan: Puisi Safwan Hadi Umry
Sepanjang jalan
aku tak tahu di mana sampai
seluas langit aku tak tahu di mana!-->!-->!-->!-->!-->…
Bitter Potion, For Ngọc Trâm: Mai Văn Phấn’s Poetry
As fever is burning you on its pyreI become ash tooThe bitter potion cannot wait any!-->…
The Song of Harvest: Mai Văn Phấn’s Poetry
Spreading quickly, overwhelming reclaimed virgin landYou drop one burst of wild flower!-->…
Masih Diingatnya: Puisi Zulfadhli
Masih diingatnyaBuku-buku terlipat nan berdebuSebagai kawan penghantar tidur, pada malam!-->…
Bukan Benteng: Puisi Zulfadhli
Bukanlah benteng itu membuatmu terjatuh dalam kesunyianMelainkan sebagai penegas!-->…
Wajahnya Seperti Kera | Puisi : Muhammad Asqalani
WAJAHNYA SEPERTI KERA
meminjam punggung Tursina, penglihatan Tuhan,
dan!-->!-->!-->!-->!-->…
Mata Yang Terhapus | Puisi : Muhammad Asqalani eNeSTe
MATA YANG TERHAPUS
beberapa hasta dari api karma,
ia telah gagal membakar dirinya.
!-->!-->!-->!-->!-->!-->…
Satu Dasawarsa | Puisi: Firdaus Herliansyah
Satu Dasawarsa
Satu dasawarsa:menghias kantung mataDahulu kita tersesat,pada taman!-->!-->!-->…