Kategori Pencarian
Samudera Kata
Samudera Kata
Ibu: Puisi Fedli Azis
Sebelum katup mata sendumu, biar ku kecup keningmu. Agar aku senantiasa ada dalam tidurmu…
Tapi Hujan Ini Tak Membunuh Rindu-rindumu: Puisi Fakhrunnas MA Jabbar
rindu itu batu
rindu itu pilu
rindu itu empedu
membeku selalu
di hujan
kutamasya…
Puaka Kata Kitaku, kepada Sutardji Calzoum Bachri: Puisi Fakhrunnas MA Jabbar
pukau katakau
dah lalu di sembilu mantera
puaka kata tersisa
di ceruk tanpa makna…
Pelajar Pancasila: Puisi Musa Ismail
Bismillah,
Kita adalah anak-anak Indonesia, pelajar bersayap Pancasila
Sepanjang hayat…
Literasi Cahaya: Puisi Musa Ismail
Bismillah,
Bacalah!
Bacalah tentang dirimu
Mengembara dalam semesta hati
Tiba pada…
Tamparan Maut: Puisi Wahyu Mualli Bone
Yang belum pernah kena tampar mari mendekat.
Tidak perlu dibayangkan, sudah jadi…
Meripat Mak Rifat: Puisi Wahyu Mualli Bone
Meripat, kata Mak-Mak ketika sedang halus lisan. Biasanya bila bertemu orang yang agak…
Mula Hakikat: Puisi Wahyu Mualli Bone
Mula Hakikat selubung hayat
Bersama bakat lumbung keramat
Menjunjung harkat sambung…
Rubrik Gaza: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bani ke Bani di tanah berkah dalam janji kitab langit menghamparkan nafsu adikuasa.…
Centong Biru: Puisi Wahyu Mualli Bone
Tidak mau warna lain
Harus biru
Centong biru sering hilang, ikut sampah ke tempat…
Ulat Ungu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Hari itu megah mega-mega
Memuat cerita jenaka celupan neraca penuh bunga-bunga
Layu,…
Bahasa Nesia: Puisi Wahyu Mualli Bone
Di tempat berpijak logatnya
Muara dialektika tumpang lahan dalam trilogi tesis, anti…
A dan L: Puisi Wahyu Mualli Bone
Singgah dan sanggah membuah indah dengan gigih dan guguh menyatu dalam surat gagah sosok A…
Dawlat Palestin: Puisi Wahyu Mualli Bone
Antara laut tengah dan sungai yordan
Merata tanah atap dan ratap
Negeri menara surat dan…
Syal Berwarna Palestina: Puisi Bambang Kariyawan Ys.
Perempuan teduh itu memberikan sehelai syal
Katanya "Berjuanglah untuk sebuah harga"…