”TAKUTLAH dan WASPADALAH terhadap doa orang yang terzalimi karena tidak ada antara ia dan Allah penghalang (mustajabah).” (HR. al Bukhari).
JANGAN CEMAS DENGAN SEDIKITNYA ORANG MENGIKUTI KEBENARAN
Imàm Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullàh berkata,
عليك بطريق الحق ولا تستوحش لقلة السالكين وإياك وطريق الباطل ولا تغتر بكثرة الهالكين
“Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang akan binasa”. (Madàrijus Sàlikîn, 1/22).
PELAKU MAKSIAT TIDAK PERNAH MERASA MERDEKA
Imàm Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullàh berkata,
أَنَّ الْعَاصِيَ دَائِمًا فِي أَسْرِ شَيْطَانِهِ، وَسِجْنِ شَهَوَاتِهِ، وَقُيُودِ هَوَاهُ، فَهُوَ أَسِيرٌ مَسْجُونٌ مُقَيَّدٌ
“Orang yang bermaksiat selalu dalam tawanan syetannya, dalam penjara syahwatnya dan belenggu hawa nafsunya, maka ia tertawan, terpenjara lagi terbelenggu”. (Al-Jawàbu Al-Kàfî, hal. 79)
BANTU KELUARGA TAAT PADA ALLAH
تأمرهم بطاعة الله وتنهاهم عن معصية الله وأن تقوم عليهم بأمر الله وتأمرهم به وتساعدهم عليه
Hendaklah engkau memerintahkan mereka untuk berbuat taat kepada Allah dan melarang mereka dari berbuat durhaka kepada- Nya. Dan hendak lah engkau menerap kan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan dan bantu mereka untuk menjalan kan nya.” (Tafsîr Al-Qur’àn al-’Azhîm 4/502).
INGATKAN KELUARGA SUPAYA TIDAK BERMAKSIAT
فإذا رأيت لله معصية ردعتهم عنها وزجرتهم عنها
“Apabila engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, maka peringatkan dan cegahlah mereka.” (Tafsîr Al-Qur’àn al-’Azhîm 4/502).
BANGKITLAH WAHAI PEMUDA PEMBERANI
Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya” (di antaranya) ;
وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
“Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah.” (HR. Al-Bukhàrî, 1423 dan Muslim, 1031)
SEBARKAN SALAM SESAMA UMAT
YANG MEMULAI MENGUCAPKAN SALAM, ITULAH YANG LEBIH UTAMA.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْمَاشِيَانِ إِذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ
“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrad dan Al Baihaqi dalam Sunannya. Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad mengatakan bahwa hadits ini shahih)
TAKUTILAH DIAMNYA ORANG YANG KAU SAKITI.
Dikisahkan… ADA seorang perempuan shalihah memiliki rumah kecil di samping istana megah seorang RAJA … RUMAH kecil itu mengurangi keindahan istana sang raja …. SETIAP kali RAJA meminta kepada perempuan itu untuk menjualnya, ia MENOLAK ! Hingga … suatu ketika, PEREMPUAN itu … keluar rumah dalam sebuah perjalanan … Ketiadaan perempuan itu di rumahnya digunakan kesempatan oleh raja untuk merobohkan bangunan rumahnya. SETELAH perempuan pemilik rumah kembali ke rumahnya, ia diberitahu …. jika yang merobohkan rumahnya adalah RAJA. Spontan … ia ‘MENENGADAH’ dan sembari mengangkat KEDUA TANGANNYA& BERDOA : “TUHANKU Pemilik sekalian alam raya, aku-lah hamba yang lemah dan Engkau-lah yang Maha Menguasai dan Maha Menundukkan, hamba yang lemah dan teraniaya ini pasti memiliki penolong” ….
Lalu …perempuan itu duduk-duduk di depan bekas rumahnya yang telah roboh … Tidak lama kemudian,
RAJA keluar istana bersama rombongannya … KETIKA melihat perempuan itu, RAJA menanyainya, apa yang sedang ia lakukan … PEREMPUAN itu menjawab : “Aku sedang menunggu robohnya ISTANA mu” …. RAJA menertawakannya & berlalu begitu saja … MALAM pun tiba…
Kekuasaan Allah datang …. RAJA beserta seluruh bangunan ISTANA dibenamkan dan ditenggelamkan ke dalam tanah …. Demikian BAHAYANYA bila kita berbuat zalim kepada orang lain … KARENA itu, HENDAKNYA kita bisa berbuat ADIL dan BIJAK pada sesama manusia, terutama bagi kita yang sedang memiliki jabatan tertentu & berperan dalam pengambila keputusan.
TAWANAN HAWA NAFSU AKAN MEMASUKI PENJARA PALING SEMPIT
Imàm Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullàh berkata,
وَلَا أَسِيرَ أَسْوَأُ حَالًا مِنْ أَسِيرٍ أَسَرَهُ أَعْدَى عَدُوٍّ لَهُ، وَلَا سِجْنَ أَضْيَقُ مِنْ سِجْنِ الْهَوَى، وَلَا قَيْدَ أَصْعَبُ مِنْ قَيْدِ الشَّهْوَةِ
“Tidak ada tawanan yang lebih jelek keadaannya dari tawanan yang ditawan oleh musuh terbesarnya, tidak ada penjara yang lebih sempit dari penjara hawa nafsu dan tidak ada belenggu yang lebih sulit terlepas dari belenggu syahwat.” (Al-Jawàbu Al-Kàfî, hal. 79)
JIKA ALLAH TA’ALA MENGINGIN KAN KEBAIKAN UNTUKMU.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
إذا أَرَادَ اللهُ بعَبْدٍ خيرًا؛ جعَله معتَرفًا بذَنبِهِ، ممسكًا عَن ذَنْبِ غَيرِه، جوادًا بِمَا عنْدَه، زاهدًا فيمَا عِنْدَ غيرِه، مُحْتمِلًا لأَذَى غَيرِه، وإِن أَرَادَ بِهِ شرًّا عكَسَ ذَلِكَ.
“JIKA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN UNTUK SEORANG HAMBA, MAKA DIA AKAN MENJADIKAN NYA;
Mengakui dosa nya (bertaubat);
Menahan diri dari membicarakan dosa orang lain;
Dermawan dengan apa-apa yang dia miliki;
Tidak mengincar milik orang lain;
Sabar menghadapi gangguan orang lain.Tetapi ;
“JIKA ALLAH MENGINGINKAN KEBURUKAN BAGINYA, DIA MEMBALIK SEMUA KEADAAN ITU.” (Ibn Qayyim, Al-Fawaid, hal. 99).
HATI HATILAH MENJAGA HATI. 10 KUNCI AGAR HATI DAN JIWA TETAP TENANG DAMAI MERAIH KEBAHAGIAAN SELALU
Setidaknya ada 10 kunci agar hati kita tetap senang dan jiwa kita tetap tenang, yaitu :
1. TIDAK MEMBENCI. Jangan sekali-kali membenci seseorang walaupun dia berbuat kesalahan kepadamu.
“BERUSAHA AGAR TERHINDAR DARI LALAI DAN LUPA”
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ — ٢٠٥
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S.Al A”raf: 205).
2. TIDAK MERENGUT. Jangan berkeluh kesah, sebaliknya perbanyaklah berdo’a kepada Sang Pencipta.
DO’A ORANG TUA UNTUK ANAK PASTI MAKBUL.
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga do’a yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu do’a orang tua, do’a orang yang bepergian (safar) dan do’a orang yang terzhalimi.” (HR. Abû Daûd no. 1536, Ibnu Majah no. 3862 dan At-Tirmidzî no. 1905.).
AJARI BUAH HATIMU SHALAT.
Nabi Shallallàhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَلاَةِ إذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَ إذا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا.
Perintahkanlah anakmu shalat, apabila mereka telah berumur 7 tahun dan jika mereka telah berumur 10 tahun, tetapi tidak shalat maka pukullah mereka“. (HR. Abû Daûd (494), At-Tirmidzî (407).
ORANG TUA MENENTU KAN SHALEH DAN TIDAKNYA SEORANG ANAK.
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam) nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan nya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (Fathul-Bâri, Kitab Al-Janâiz III/219, no. 1358, 1359).
3. HIDUP SEDERHANA. Hidup sederhana walaupun punya kedudukan tinggi & harta melimpah.
MENJADI SUAMI TELADAN.
Asy-Syaikhul Fàqih Ibnul ‘Utsaimin Rahimahullàh berkata,
فينبغي للإنسان أن يكون مع أهله خير صاحب وخير محب وخير مُربًّ؛ لأن الأهل أحق بحسن خلقك من غيرهم.
“Maka sepatut nya bagi seseorang untuk keluarganya menjadi: Sebaik-baik teman. Sebaik-baik orang yang mencintai. Sebaik-baik pendidik. Karena keluarga adalah pihak yang paling berhak untuk mendapat kan akhlak baikmu dari pada selain mereka.” (Syarh Riyàdh ash-Shàlihîn, 3/569).
PERHATIKAN, DENGAN SIAPA ANAKMU BERMAIN.
Rasûlullàh Shallallàhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.
“Seseorang akan meniru kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karibnya.” (HR. Abû Daûd, no. 4833; At-Tirmidzî, no. 2378; dan Ahmad, 2:344).
JADILAH SUAMI YANG PALING BAIK.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي.
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarga nya, dan aku yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi, Ash-Shahihah: 285).
MERENDAHKAN ORANG, LAIN MEWARISKAN KEHINAAN
Al-Imâm Muhammad Al- Munâwîy Rahimahullâh berkata,
فينبغي للإنسان أن لا يحتقر أحدًا؛ فربما كان المحتقَر أطهرُ قلبًا، وأزكى عملًا، وأخلص نية، فإنَّ احتقار عباد الله يورث الخسران، ويورث الذُّل والهوان.
Seharusnya seseorang tidak merendahkan siapa pun. Bisa jadi, orang yang dianggap rendah justru :
▫️Lebih bersih hatinya,
▫️Lebih suci amalnya, dan
▫️Lebih ikhlas niatnya.
Merendahkan hamba hamba Allah sungguh akan mengakibatkan kerugian dan mewariskan kerendahan serta kehinaan. (Faidhu Al-Qadîr, 5/380)
Sabda Baginda Nabi Muhammad shalla Allahu ‘alaihi wa sallam ;
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا.
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai.”
أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
“Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?”
“Sebarkanlah salam di antara kalian.”. (HR. Muslim no. 54)
4. BERPRASANGKA BAIK. Senantiasa berfikir positif meskipun kerap ditimpa musibah.
PERBAIKILAH DIRIMU WAHAI AYAH, AGAR ANAKMU MENJADI SHALEH.
Sa’id bin Al-Musayyib berkata
لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ
“Wahai anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu agar kamu menjadi shalih.” (Jami’ Al-‘Ulûm wa Al-Hikàm, 1/467).
INGIN PUNYA ANAK SHALEH dan SHALEHAH.
Umar bin ‘Abdil ‘Aziz berkata,
مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ إِلاَّ حَفِظَهُ اللهُ فِي عَقِبِهِ وَعَقِبِ عَقِبِهِ
“Setiap mukmin yang meninggal dunia (di mana ia terus memperhatikan kewajiban pada Allah), maka Allah akan senantiasa menjaga anak dan keturunannya setelah itu.” (Jàmi’ Al-‘Ulûm wa Al-Hikàm, 1/467).
5. SELALU TERSENYUM. Senyumlah walaupun hati terluka.
6. SELALU MEMBERI. Gemar memberi sedekah walaupun lagi susah.
DOA BIDADARI SORGA !!!
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّينَ وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ
“Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.”
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ
“Ya Allah, satukanlah hati-hati antar kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar.”
اَللَّهُمَّ افْتَحْ جِهَادًا فِى بِلاَدِنَا وَفِى كُلِّ مَكَانٍ
“Ya Allah, menangkan lah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi.”
Aamiin..
7. BERDO’A TANPA SEPENGETAHUAN MEREKA. Jangan terputus mendo’akan kebaikan untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya.
8. TIDAK DENGKI DAN IRI HATI. Jangan iri dan dengki dengan kejayaan teman-teman anda, berdo’alah semoga anda juga berjaya seperti dia, jika anda dengki dengan meng-aib- kan dia.. ingatlah bahwa segala amal baik anda pasti hangus.. karena Allah tidak terima amal kebajikan orang yang hasad, iri dan dengki.
JANGAN MAU DIJAJAH SYAITHAN
Imàm Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullàh berkata,
هَربوا من الرق الذي خُلقوا له فبُلُوا برِقِّ النفس والشيطان
“Mereka lari dari penghambaan kepada Allah di mana mereka diciptakan untuk itu. Malah mereka menuju penghambaan kepada hawa nafsu dan syetan.”
HINDARI PERMUSUHAN
Jangan menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai lawan, namun dia pun kawan anda.
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ
“Ya Allah, satukanlah hati-hati antar kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar.”
Aamiin..
9. MUDAH MEMAAFKAN. Jangan merasa malas dan susah dalam memaafkan kesalahan orang lain, karena terdapat kemuliaan dan ketenangan di dalam memaafkan.
10. HINDARI PERMUSUHAN. Jangan menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai lawan, namun dia pun kawan anda.
IKUTI SAJA YANG BENAR, MESKI HANYA SATU ORANG
Ibnu Mas’ûd Radhiyallàhu ‘anhu berkata,
الجماعة ما وافق الحق وإن كنت وحدك
“Yang disebut jama’ah adalah jika mengikuti kebenaran, walau ia seorang diri.” (HR. Al-Lalikâi, Syarh I’tiqàd Ahlis Sunnah wal Jamà’ah, hal. 160 dan Ibnu ‘Asakir, Târikh Dimasyq, 2/322/13).
Selalu Berdoa ;
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّينَ وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ
“Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.”
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ
“Ya Allah, satukanlah hati-hati antar kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar.”
اَللَّهُمَّ افْتَحْ جِهَادًا فِى بِلاَدِنَا وَفِى كُلِّ مَكَانٍ
“Ya Allah, menangkan lah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi.”
Aamiin..
Wassalamu ‘Alaiykum wa Rahimahullàhi wa Barakatuh.
Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.