TETAPLAH QANA’AH
(“Selalu Merasa Cukup Dengan Ni’mat Allah”) Dari ’Abdullah bin ’Amr bin Al ’Ash,
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ
”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.”
(HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
ALLAH TA’ALA TELAH MEMERINTAHKAN UNTUK BERLAKU JUJUR
Di antaranya pada firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang–orang yang benar.”
(QS. At Taubah: 119).
PEMBERANI SELALU MENASEHATI PARA PEMIMPIN
سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَرَجُلٌ قَالَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ
“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan orang yang berdiri di hadapan penguasa zhalim, lalu ia menyuruhnya berbuat ma’ruf dan melarangnya dari berbuat munkar.”
(HR. Al-Hàkim, Mustadrak ‘alà shahîhain, no. 4884).
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻋﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺫﻛﺮﻙ ﻭﺷﻜﺮﻙ ﻭﺣﺴﻦ ﻋﺒﺎﺩﺗﻚ
Yaa Allah …
Bantulah kami agar selalu mengingat-MU, mensyukuri-MU dan agar mampu beribadah kepada-MU dengan sebaik-baiknya …
CARA MENGETAHUI POSISI KITA DI SISI ALLAH SWT…
ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻣﻘﺎﻣﻚ ﺣﻴﺚ ﺃﻗﺎﻣﻚ
Para Ulama’ berkata : “Kedudukanmu disisi Allah sesuai dengan apa kamu disibukkan” …..
ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻌﺮﻑ ﻗﺪﺭﻙ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻓﺎﻧﻈﺮ ﺃﻳﻦ ﺃﻗﺎﻣﻚ ؟
“Jika engkau ingin tahu kedudukanmu disisi Allah SWT, maka lihatlah yang manakah sekarang ini kesibukanmu.”…
ﻓﺈﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮﻙ
(1). Jika engkau disibukkan oleh DZIKIR, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin untuk mengingatmu …
ﺇﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﺤﺪﺛﻚ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻋﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺫﻛﺮﻙ ﻭﺷﻜﺮﻙ ﻭﺣﺴﻦ ﻋﺒﺎﺩﺗﻚ
Yaa Allah …
Bantulah kami agar selalu mengingat-MU, mensyukuri-MU dan agar mampu beribadah kepada-MU dengan sebaik-baiknya …
(2). Jika engkau disibukkan dengan AL-QUR’AN, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin berbicara denganmu …
ﺇﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺮﺑﻚ
(3). Jika engkau disibukkan dengan KETAATAN-KETAATAN, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin mendekatkanmu kepadaNya.
ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺣﻀﺮﻙ ﻓﻲ ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺻﻠﺤﺎﺋﻪ ﻭﺃﻭﻟﻴﺎﺀﻩ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﻠﺤﻘﻚ ﺑﻬﻢ ﻓﻲ ﺣﻀﺮﺗﻪ ..
(4). Jika Allah SWT menghadirkanmu di_ MAJELIS ORANG SHALEH DAN PARA AULIYA’ NYA maka ketahuilah bahwa melalui kebersamaan itu, Allah ingin memasukkanmu kedalam HadiratNya …
ﺇﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﻌﻄﻴﻚ
(5). Jika engkau disibukkan dengan DO’A, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin memberikan sesuatu kepadamu …
ﺇﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺃﺑﻌﺪﻙ
DOA BERLINDUNG DARI KEBURUKAN AMAL :
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَشَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ
“Ya Allah, aku berlindung dari keburukan yang telah aku perbuat dan keburukan yang belum aku perbuat.”
(HR. Muslim 2716)
(6). Jika engkau disibukkan dengan DUNIA, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin menjauh darimu …
ﺇﺫﺍ ﺷﻐﻠﺖ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺃﻫﺎﻧﻚ
(7). Jika engkau disibukkan dengan (harapkan penghormatan dari) MANUSIA (semata), maka ketahuilah bahwasannya Allah hendak menghinakanmu.
“SHALAT BERJAMA’AH DAN IMAMAH”
بَابُ صَلَاةِ اَلْجَمَاعَةِ وَالْإِمَامَةِ
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
( وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ, ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا, ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ اَلنَّاسَ, ثُمَّ أُخَالِفُ إِلَى رِجَالٍ لَا يَشْهَدُونَ اَلصَّلَاةَ, فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ,)
وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ اَلْعِشَاءَ
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya ingin rasanya aku menyuruh mengumpulkan kayu bakar hingga terkumpul, kemudian aku perintahkan Shalat dan diadzankan buatnya, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang itu, lalu aku mendatangi orang–orang yang tidak menghadiri Shalat berjama’ah itu dan aku bakar rumah mereka.”
“Demi Allah SWT yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara mereka tahu bahwa ia akan mendapatkan tulang berdaging gemuk atau tulang paha yang baik niscaya ia akan hadir (berjamaah) dalam Shalat Isya’ itu.”
(Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.)
Moga jadi perhatian kita bersama.
Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk berlaku jujur.
Di antaranya pada firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang–orang yang benar.”
(QS. At Taubah: 119).
ﻳﺎﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺣﺘﻰ ﻧﻔﻴﻖ ﻭﻧﻠﺤﻖ ﺑﺎﻟﻔﺮﻳﻖ
Wassalamu ‘alaiykum
Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.