
Mengunjungi Empat Stadion Internasional di Eropa : Oleh Tutin Apriyani
Mengunjungi Empat Stadion Internasional di Eropa : Oleh Tutin Apriyani
Oleh Tutin Apriyani
Tahun 2023, perjalanan wisata saya kali ini berbeda dari sebelumnya karena dijalani bersama putraku, Theo yang baru pertamakali jalan-jalan ke Eropa. Waktu yang tersedia hanya dua pekan sesuai izin yang diberikan perusahaan tempat Theo bekerja.
Oleh sebab itu, kami harus bisa menggunakan waktu dalam menjelajahi sejumlah kota besar di Eropa.
23 Juni 2023 penerbangan Jakarta – Amsterdam.
Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam. Penerbangan memakan waktu sekitar 12 jam dan mendarat lewat Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam.
Kami disambut oleh suasana kota yang penuh dengan arsitektur klasik dan kanal-kanal yang indah. Hari pertama di Belanda ini diisi dengan adaptasi dan menikmati pemandangan sekitar hotel. Amsterdam terkenal dengan kincir angin nya tapi di Kinderdijk ada 19 kincir angin dalam bentuk berkelompok dan sudah masuk warisan dunia oleh Unesco. Kami mencoba makan khas ikan Haring mentah, berfoto dengan pakaian tradisonal di Volendaam.
Stadion Ajax Amsterdam
Theo yang sejak kecil hobi sepakbola mengajakku mengunjungi Stadion Ajax yang terkenal itu di Johan Cruiff Arena. Kebetulan stadion ini dalam tahap renovasi sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam. Besok harinya
dari Amsterdam kami jalan-jalan ke kota Rotterdam untuk mengunjungi keluarga yang sudah lama tinggal di kota ini dan sudah menjadi warga negara Belanda. Kami diajak berkeliling Rotterdam dan sekitarnya.
Setelah beberapa hari menikmati keindahan Amsterdam, seperti Museum Van Gogh, Anne Frank House, dan menyusuri kanal, kami melanjutkan perjalanan ke Barcelona (Spanyol) dengan maskapai Vueling Airlines. Penerbangan ini memakan waktu sekitar dua jam.
Di kota Barcelona, suasana Mediterania yang cerah dan hangat menyambut kami. Kebetulan di Barcelona lagi musim panas sehingga cuacanya hampir sama dengan Indonesia. Kami melihat keindahan arsitektur Basilica de la Sagrada Familia dan Las Ramblas yang ramai. Buat saya yang juga baru pertama kali berkunjung di Barcelona, sehingga benar – benar menikmati berbagai obyek kunjungan mulai dari pasar tradisional sampai mencari masjid untuk shalat yakni Masjid Mezquita Tariq Bin Ziyad. Masjid ini terletak dijalan terkenal di Barcelona dan berdekatan dengan jalan Ramblas. Masjid ini berupa bangunan ruko seperti juga ditemukan di beberapa negara Asia seperti Singapura dan Thailand. Masjid ini memiliki fasilitas yang sederhana. Ada tiga tingkat, tingkat kedua untuk pria dan tingkat ketiga untuk anak- anak belajar dan membaca Alqur’an. Ternyata di masjid ini tidak ada tempat khusus bagi jamaah perempuan.
Stadion Camp Nou FC Barcelona
Di Barcelona ini Theo tak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi antara lain Stadion Camp Nou markas klub sepakbola kesayangannya, FC Barcelona. Camp Nou adalah stadion ikonik yang menjadi markas FC Barcelona sejak diresmikan pada tahun 1957. Stadion ini memiliki kapasitas terbesar di Eropa dan telah menjadi saksi berbagai momen bersejarah klub, termasuk kemenangan di kompetisi domestik dan internasional. Camp Nou bukan hanya tempat pertandingan, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bagi para penggemar Barcelona, yang dikenal sebagai Culés.
Selain sebagai tempat pertandingan, stadion ini juga memiliki museum FC Barcelona, yang menampilkan sejarah klub, trofi, dan memorabilia penting. Pada tahun 2023, Camp Nou mulai direnovasi sebagai bagian dari proyek Espai Barça, yang bertujuan menjadikannya salah satu stadion paling modern di dunia. Selama renovasi, Barcelona sementara bermain di Stadion Montjuïc.
Camp Nou dan FC Barcelona memiliki hubungan erat yang mencerminkan filosofi klub: “Més que un club” (Lebih dari sekadar klub), karena stadion ini menjadi pusat kebudayaan dan identitas Katalonia.
Harga tiket masuk stadion ini lumayan mahal mencapai Rp. 500.000 per orang. Kami masuk untuk berfoto dan berkeliling melihat stadion yang lumayan melelahkan. Hari itu lumayan ramai karena ada beberapa rombongan travel juga berkunjung kesana sehingga lumayan lama mengantri beli tiketnya.
Stadion Santiago Bernabéu, FC Real Madrid
Bicara pengalaman mengunjungi stadion, sebelumnya tahun 2014, saya bersama suami pernah pula mengunjungi stadion markas FC Real Madrid yakni Santiago Bernabéu, yang terletak di Madrid, ibukota Spanyol tepatnya di Paseo de la Castellana. Ini adalah salah satu stadion sepak bola paling ikonik di dunia berkapasitas 81 ribu penonton dan menjadi kandang klub Real Madrid sejak dibuka pada 14 Desember 1947. Santiago Bernabéu, merupakan nama mantan pemain, pelatih, dan presiden Real Madrid yang berperan besar dalam membangun klub.
Selama beberapa hari mengunjungi Barcelona kami terbang menuju Paris naik pesawat Vueling Airlines. Penerbangan singkat ini membawa kami ke kota cinta yang sangat terkenal di dunia. Paris kota yang kesekian kali saya kunjungi. Kota romantis yang selalu memanjakan orang-orang dengan keindahan Menara Eiffel, Museum Louvre, dan jalan-jalan cantik di sepanjang Sungai Seine. Kota yang tidak pernah bosan untuk dikunjungi.
Stadion PSG Kota Paris
Kami sempat menikmati lagi sore romantis di Montmartre dan menyusuri Champse Lysse berakhir dengan menikmati kopi sore dan roti crouissant yg terenak menurut saya ya di kotanya. Di Paris kami berkunjung di stadion klub sepakbola terkenal PSG (Paris Saint Germain). Tiket masuk di stadiun ini sekitar Euro 24 (Rp. 450 ribu rupiah) per orang.
Pada waktu itu, Paris hujan hampir turun setiap harinya sehingga udara lebih dingin dari biasanya, karena musim panas kalau siang bisa mencapai 20 derajat Celcius. Sedangkan pagi hari di Paris lumayan dingin dengan suhu 8-10 derajat Celcius.
Paris – Amsterdam (4 Juli 2023)
Dari Paris, kami kembali ke Amsterdam menaiki bus. Perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 5 – 6 jam, tetapi cukup nyaman dan menyuguhkan pemandangan pedesaan Eropa yang mengasyikkan dan indah.
Di Amsterdam, kami menikmati hari terakhir dengan santai, jalan-jalan di Kalverstraat dan mengunjungi pasar bunga dan menyusuri jalan- jalan di Albert Cuyp Market (seperti pasar tradisional semua kebutuhan pokok ada disini dan sangat ramai apabila hari libur). Tak lupa pula kami mencicipi kentang goreng yg disebut Patat atau Frites, disamping mencoba beberapa makanan lokal lainnya…Semua makanan itu dinikmati Theo….tapi tentunya yang halal . Di Amsterdam ada Toko Ramee yang menjual makanan Indonesia dan kebutuhan sehari- hari toko tua yang sudah berdiri lama. Pertama kali saya sendiri berkunjung sekitar 35 tahun yang lalu.
Semua barang keperluan ada di sana dan hebatnya toko itu masih berdiri sampai sekarang.
Penerbangan Amsterdam – Jakarta (6 Juli 2023)
Perjalanan pun berakhir. Saya dan Theo kembali ke Jakarta dengan penerbangan Garuda Indonesia. Selama penerbangan, saya mengingat kembali momen-momen indah selama perjalanan ini. Setibanya di Jakarta, kami sangat bersyukur atas perjalanan dan pengalaman yang luar dalam keadaan selamat. ***