Menjadi Pramugari Kenapa Selalu Diimpikan? : Oleh Tutin Apriyani

Menjadi Pramugari Kenapa Selalu Diimpikan? : Oleh Tutin Apriyani

160

Menjadi Pramugari Kenapa Selalu Diimpikan?
Oleh Tutin Apriyani

 

KETIKA menyaksikan serombongan kecil lelaki dan perempuan muda berbusana formal dengan paduan warna yang kontras sambil menyeret travel bag di ruangan bandara, pastilah menimbulkan decak kagum. Di bagian pakaian atau topi biasanya tersemat simbol atau logo sebuah maskapai penerbangan. Penampilan mereka yang rapi dan mempesona menjadi cerminan bagaimana profesi yang mereka sandang memerlukan pengawalan citra di mata publik.

Itulah profesi pramugara dan pramugari yang tumbuh dan berkembang sejalan dengan keberadaan dunia penerbangan (aviasi) di seluruh dunia. Seperti alat transportasi lainnya, para penumpang pesawat udara pun memerlukan pelayanan yang prima. Apalagi, ongkos tiket yang lebih mahal harus diimbangi oleh kemampuan pelayanan yang bisa memuaskan para penumpang. Kepuasan pelanggan menjadi titik-tolak untuk membangun image (citra) maskapai penerbangan bersangkutan.

Pramugari dan pramugara merupakan staf atau karyawan perusahaan penerbangan yang melayani para penumpang terutama aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan. Profesi yang sebenarnya tak lebih dari pelayan udara termasuk awak pesawat (air crew) yang dikomandoi oleh kapten pilot. Hubungan yang harmonis antara awak kabin dan pilot di kokpit sangat menentukan kelancaran perjalanan, kenyamanan dan keselamatan penerbangan.

Tugas dan tanggung jawab utama para awak penerbangan adalah keamanan penumpang dan siap siaga dalam keadaan darurat. Hal ini diikuti dengan tugas rutin pelayanan penumpang seperti menyediakan makanan dan minuman di pesawat, dan memenuhi kebutuhan individual para penumpangnya. Oleh sebab itu, fungsi pelayanan pramugara dan pramugari harus diutamakan karena demi menjaga citra baik maskapai penerbangan, jangan sampai ada komplain para penumpang dalam segala hal.

Memang, kini dunia penerbangan khususnya di Indonesia sedang melaju pesat. Munculnya berbagai maskapai penerbangan merupakan salah satu bukti semakin ketatnya persaingan. Oleh sebab itu, agar suatu maskapai tidak kalah bersaing, maskapai penerbangan harus mempertahankan citra (image) dan quality of service agar selalu berada di atas maskapai lainnya.

Tutin berpose saat masih aktif jadi pramugari

Kenapa profesi pramugara dan pramugari begitu diimpikan banyak orang? Padahal, apa yang mereka kerjakan saat bertugas tak lebih dari pekerjaan pelayan belaka seperti kernet bus, pelayan kereta api atau pelayan restauran yang menghidangkan makanan dan minuman bagi para pengunjung.

Sejak dulu, sudah dimitoskan profesi pramugari (selanjutnya baca juga: pramugara) sebagai lapangan pekerjaan yang mewah, elit dan bergengsi. Banyak anak-anak muda terutama kaum perempuan yang punya obsesi menjadi pramugari. Penampilannya terkesan berwibawa dibalut pakaian seragam (uniform) yang kemas dan apik.
Orang yang terpilih menjadi pramugari boleh dikatakan telah teruji setelah melewati seleksi yang ketat. Bagaimana tidak? Orang yang berminat menjadi pramugari harus benar-benar mempertimbangkan aspek fisik atau tubuh yang proporsional terkait ukuran tinggi badan yang disyaratkan yakni minimal 170 cm bagi pramugara dan 160 cm bagi pramugari. Tentu saja, wajah harus menarik bila dipandang agar secara psikologis para penumpang merasa senang dan nyaman.

Hampir semua maskapai penerbangan baik pemerintah maupun swasta selalu memberlakukan persayaratan dasar terkait aspek fisik ini. Beberapa aspek persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: usia maksimal pada saat pendaftaran adalah 23 tahun, sehat secara jasmani (dibuktikan dengan tes kesehatan), sehat secara rohani, tidak menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau contact lens, susunan gigi rapi. Biasanya, bila susunan gigi calon pramugari tidak rapi, maka si calon harus bersedia untuk merapikannya selama proses pendidikan.
Selain itu, kulit wajah bebas dari jerawat, bekas jerawat, dan noda lainnya yang dapat mengganggu penampilan. . Jika kulit wajah calon pramugari tidak bebas dari jerawat, bekas jerawat, dan noda, maka si calon harus bersedia untuk membersihkannya selama proses pendidikan.  Terkait ukuran tinggi badan yang sudah disyaratkan, biasanya harus disepadankan dengan berat badan agar terlihat proporsional. Seseorang yang tinggi padannya memenuhi syarat minimum 160 cm, misalnya, harus diimbangi dengan berat badan yang seimbang.

Dalam postur tubuh ini, para calon pramugara dan pramugari diharuskan memiliki Body Mass Index antara 18,5 sampai 23 bagi pramugari dan 20-23,5 bagi pramugara. Pengukuran aspek ini dilakukan khusus dengan metodologi yang standar sebagaimana ditentukan oleh maskapai penerbangan yang bersangkutan.

Setiap calon pramugara dan pramugari harus berpenampilan menarik atau good looking. Ini bermakna, secara fisik tidak harus cantik karena nilai kecantikan itu sangat relatif. Boleh jadi, seorang pramugari harus memiliki sex appeal yang tinggi sehingga menimbulkan daya tarik saat dipandang banyak orang terutama pihak-pihak terkait dalam penerbangan. Bisa dimaklumi, kebanyakan pramugari harus bisa tersenyum saat melayani para penumpang.
Boleh dikatakan, pramugari dan pramugara merupakan frontliner sebuah maskapai penerbangan. Image dan quality of service sebuah maskapai secara langsung berada di tangan pramugari dan pramugara. Jika pramugari dan pramugara memberikan pelayanan yang tidak baik di pesawat, maka pelanggan akan meninggalkan pesawat dengan kesan yang buruk mengenai quality of service maskapai yang bersangkutan.

Selain aspek fisik, tentu saja aspek non-fisik sangat menentukan pula keberhasilan seorang pramugari. Tingkat pengetahuan yang direpresentasikan lewat pendidikan mesti diutamakan. Oleh sebab itu, pramugari harus cerdas dan pintar termasuk penguasaan bahasa inggris dan bahasa asing lainnya. Keharusan membaca berbagai sumber informasi dari buku, majalah, suratkabar atau website di internet saat ini menjadi keharusan bagi pramugari. Jangan sampai, saat diajak bicara oleh penumpang, si pramugari terlihat bingung atau tidak mengerti. Maklumlah, para penumpang yang beragam dengan segala latarbelakangnya bisa saja mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tak terbatas. Jadi, seorang pramugari harus memiliki pengetahuan yang luas.

Menjadi pramugari sampai kapan pun pasti menjadi impian banyak orang termasuk kalangan orangtua sendiri. Sebab, penampilan para pramugari saat bertugas memang selalu terkesan glamour, mewah atau high-class. Ditambah pula, pergaulan yang luas karena berhubungan dengan semua kalangan mulai kelas bawah hingga kelas tinggi.

Soal gaji? Nah, ini juga faktor yang sering menggoda para calon pramugari. Meski gaji pokoknya tak terlalu tinggi tapi selalu ada allowance (tunjangan) tertentu termasuk saat melakukan penerbangan. *

 

Hj. Tutin Apriyani, SE adalah pramugari maskapai pemerintah 1980-1993, pernah ikut terbang VVIP Presiden Soeharto dan pensiun sejak 2018.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan