Pengalaman Mengunjungi Vatikan, Negara Terkecil di Dunia, Berpenduduk 842 Orang Di dalam Kota Roma, Italia

Pengalaman Mengunjungi Vatikan, Negara Terkecil di Dunia, Berpenduduk 842 Orang Di dalam Kota Roma, Italia

117

Pengalaman Mengunjungi Vatikan, Negara Terkecil di Dunia, Berpenduduk 842 Orang Di dalam Kota Roma, Italia

Oleh: Tutin Apriyani

MENINGGALNYA Paus Fransiskus dalam usia 88 tahun, 21 April 2025 lalu mengingatkan kembali kenanganku saat melakukan kunjungan di Vatikan, pusat spiritual umat Katolik dan negara terkecil di dunia.

Kunjungan pertama terjadi sekitar tahun 1986. Kala itu aku masih aktif sebagai pramugari di maskapai penerbangan nasional. Bersama beberapa teman sesama kru pesawat, kami menyempatkan diri mengunjungi Vatikan dalam rangkaian penerbangan ke Eropa . Saat itu, pengunjung belum sebanyak sekarang. Tanpa harus berbaris panjang atau menjalani pemeriksaan ketat, kami agak leluasa bisa masuk ke kawasan Basilika Santo Petrus, salah satu gereja terpenting di Vatikan. Kami memasuki bagian dalam yang cukup hening. Karena tidak disengaja atau tersesat. Jadi kami tidak lama berada disana.

Sejak pagi hari, ribuan orang telah memadati Lapangan Santo Petrus (Piazza San Pietro). Panjang antrean pengunjung yang meliuk melingkar telah mencapai lebih dari satu kilometer. Orang-orang dari berbagai negara dan latar belakang profesi dan agama tampak sabar menunggu giliran memasuki kompleks Basilika.

Jarum jam: Tutin, suasana Santo Petrus, jualan siuvenir
Jarum jam: Tutin, suasana Santo Petrus, jualan siuvenir

Lapangan Santo Petrus dirancang oleh Gian Lorenzo Bernini antara tahun 1656–1667. Di atas kolom-kolom tersebut berdiri 140 patung para santo yang tampak seolah menyambut kedatangan setiap peziarah.

Basilika Santo Petrus adalah gereja utama Katolik Roma di kota Vatican. Selain menjadi pusat spiritual umat Katolik, Basilika juga menjadi obyek wisata bagi jutaan pengunjung setiap tahunnya.
Dengan keindahan arsitektur dan sejarah. Gereja ini dirancang oleh sejumlah arsitek terkenal termasuk Michelangelo.

Berita Lainnya

Pembangunannya berlangsung lebih dari satu abad, Basilika ini juga menjadi bukti pencapaian seni dan arsitektur Renaisans.

Gua Vatikan (Vatican Grottoes) area bawah Basilika Santo Petrus berisi makam para Paus, pemimpin gereja dan tokoh penting lainnya dari sejarah kota Roma.

Tutin di alun-alun Santo Petrus
Tutin di alun-alun Santo Petrus

Kami bisa sampai ke bawah lorong ini karena nyasar tidak tau jalan keluar sehingga bisa melihat- lihat apa yang ada di sekitarnya. Di samping makam, gua ini juga menyimpan karya seni dan relik kuno. Waktu kunjungan dari hari Senin – Minggu mulai pukul 9.00- 18.00. Atau pukul 7.00 – 19.00 (tergantung bulan waktu berkunjung). Obyek wisata ini dapat dikunjungi secara gratis.

Waktu dulu tidak ada tur berpemandu dan dilarang memotret selama kunjungan di bagian dalam gereja ini.
Tetapi kalau sekarang sudah ada pelayanan tur pemandu dan berbayar. Menurut info, untuk naik ke puncak luar bangunan harus membeli tiket dan bila memasuki tempat- tempat tertentu diharuskan membeli tiket.

Hampir tiga dekade kemudian, pada tahun 2014, aku dan suami kembali berkesempatan mengunjungi Vatikan tanpa jasa biro perjalanan. Namun suasananya sudah jauh berbeda.

Mengunjungi Basilika Santo Petrus merupakan pengalaman yang menarik. Sekarang pemesanan tiket dilakukan secara online, untuk menghindari antrian panjang. Menurut leaflet yang ada, dari puncak bangunan, pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan kota Vatikan dan Roma.*

 

Hj. Tutin Apriyani, SE adalah pramugari maskapai pemerintah 1980-1993. Pernah melayani rombongan VVIP Presiden Soeharto. Kini menjadi Ketua WPI (Wanita Penulis Indonesia) Riau periode 2025-2030.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan