Pentigraf : Rp. 10.000,- R. Amalia

RP 10.000

Kebutuhan akan pangan dan pendidikan saling berkejaran. Sementara uang yang tersisa hari itu hanya Rp 200.000. Perempuan yang kini menyandang ibu dari dua orang putra kembar harus menggerakkan akal untuk bisa memenuhi kebutuhan keduanya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 2. Senyampang mengasuh kedua buah hatinya yang masih kecil, ia pun bekerja paruh waktu sebagai buruh cabut duri bersama adik perempuan dan suaminya.

Awalnya ia bingung harus mengerjakan apa untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Beruntunglah saat ia secara tak sengaja menceritakan perihal yang dialaminya kepada sang adik, adik perempuan ibu dua orang putra kembar itu menyarankan untuk bekerja seperti dirinya. Pekerjaan tersebut juga bisa dilakukan sambil mendampingi putra kembarnya yang harus sekolah secara daring. “Cukup modal Rp 10.000 saja, Mbakyu. Sampean bisa dapat uang Rp 200.000-500.000/per hari,” tutur sang adik. Ibu dua anak kembar itu pun berpikir bagaimana caranya bisa begitu. Jangan-jangan itu pekerjaan terlarang.

Sang adik perempuan pun mengajak kakak perempuannya melihat-lihat terlebih dahulu. Jika dirinya sudah mantap, dia akan mengajaknya ikut pelatihan yang diberikan dinas perikanan yang ada di kota delta itu. Syukurlah, ibu dua anak kembar itu lega. Ternyata Rp 10.000 yang dimaksudkan adiknya adalah membeli pinset untuk mencabut duri.   Memang harga pinset hanya Rp 10.000, tetapi dengan berbekal keterampilan dan ilmu bisa sangat menghasilkan.

*Pengajar di SDIT Insan Kamil Sidoarjo. Alumnus Sastra Indonesia-Unesa. Pengurus Dewan Kesenian Sidoarjo-Komite Sastra.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan