

Pengasuh : Bambang Kariyawan Ys

Biasanya aku semangat tuk pulang
Tapi tidak untuk saat-saat ini
Perasaan hancur utuh bersamaan
tiap melihat rumah
Perasaan membekas .. senyuman membekas ..
Kehati-hatian membekas .. pelukan membekas ..
Saat langkah ini memasuki rumah
Ada jejak yang tiada bisa terhapus
Meski selalu kita coba mupus
Ingatan datang sangat deras tak putus-putus
Kabar mu yang seperti oase di padang tandus
Segala perabot pun bersuara,
Hendak menghibur ku yang tengah berbaring
Mengenang
Mengudara
Udara dalam satu tarikan
Tahan dan tahan
Hembuskan
Setiap nafas keluarkan
Aku tak ingin mati, tak ingin pergi
Aku masih betah disini, banyak hal yang harus ku ingkari
Meski semua berjalan pasti
Nafas keluar masuk tiada henti
Tak terhitung banyaknya syukur yang luput
Ku tak ingin bertemu sang maut
Jimi, kurt, C. Anwar
Maafkan aku yang ingkar
Ku tak ingin segera bertemu kalian
Karena ku masih banyak angan
Aku masih candu pada deru
Meski peluh buat ku seperti dadu
Tapi aku luluh pada tiap episode hidup ku
Semata-mata kecintaan ku pada galuh
Ku pandang langit biru
Susuri awan putih tersipu
Hati yang kelabu menertawai gejolak sendu
Biru yang membiru, waktu kian memburu
Seperti pasir,
Diri ini terdiri dari banyak nya anasir
Setiap genggaman yang niscaya mubazir
Mengusap dari wajah ke wajah berair
Ku melihat biru
Pada laut lepas itu
Cinta, kenapa pandangan ku jadi biru..
Sore tiba kenapa tak berwarna jingga..
Ia gelap.. kenapa..
Lautan gelap.. kenapa..
Dan diri ini berada diatas atap.. juga kenapa..
2021
Terpaku renung diatas meja
Menyelam pada bangkitnya angan
Angan haruslah hanya jadi angan
Angan jadi kenyataan terkadang adalah hal tak diinginkan
Meja ini mulai bersuara
Layaknya sendok dan garpu yang beradu
Diam-diam aku begitu
Menggerakkan roda pada poros yang diam
Sebuah pukulan datang diakhir tahun lalu
Tidak ada yang benar untuk orang berpangku tangan
Seperti tangan ku menopang pada dagu; diatas meja
Andaisaja jikalau seandainya sudah apa guna
Lelah sudah menjalani ini dengan sendiri
Hari yang melelahkan
Berpacu pada ruang yang takut kosong
Siaran radio suarakan kabar jalanan
Padat merambat laju percepat
Ada momen berkesan disetiap waktu
Tanggal bulan dan kejadian
Ingatkan keceriaan yang tak pernah ku utarakan
Melelahkan untuk ceritakan momen candu
Sedang kita berada pada gejolak tak tentu
Ku ingin bilang, “jangan selalu tuliskan tangis kesedihan”
Tapi bibir terkatup menutup
Melupa dengan sendirinya
Membiarkan bisikan, suarakan sekenanya
Menangislah kita berdua
Dari bilik ruang raba
2021
Rafly Rosadi lahir di Sidoarjo, 28 April 1994. Pemilik nama asli Muhammad Rafly Rosadi ini aktif di komunitas ‘Lingkar Penggiat’, yang mana komunitas ini berkegiatan di Sidoarjo untuk menggerakkan pemuda dalam berbagai kesenian, termasuk salah satunya sastra lisan dan sastra tulis. Alumnus Ilmu Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini menjadi seorang freelancer untuk pengerjaan laporan keuangan secara freelancer, kadang-kadang berjualan online, seringnya dibutuhkan untuk bikin puisi bagi yang susah jiwanya. Beberapa tulisan abusrd nya, di posting sendiri di laman pribadinya, yang besar harapannya bisa dibaca secara luas. cosmoscovosmovos.wordpress.com , adalah alamat rumah bagi rafly rosadi yang mungkin bisa anda semua dikenali secara langsung
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com