

Seorang kawan penulis yang juga rektor di salah satu perguruan tinggi swasta, bertanya melalui pesan WhatsApp, “Apakah buku digital akan benar-benar menggantikan buku cetak?” Aku jawab, “Tidak. Keduanya punya peran dan target pembaca yang berbeda. Keduanya akan saling berdampingan, bukan bersaing untuk saling menggantikan.” Kalimat di atas merupakan status WhatsApp dari penulis yang banyak menulis tentang tokoh-tokoh bangsa yang mengisi sejarah Republik Indonesia ini. Beliau bernama Haidar Musyafa yang membuat status WhatsApp tersebut pada hari Selasa, 9 Desember 2025, pukul 22:11 WIB. Penulis sendiri melihat status Haidar Musyafa keesokan harinya, Rabu, 10 Desember 2025 sekitar pukul 7 pagi.
Penulis pribadi ketika melihat status ini langsung terkesima bahwa buku seiring waktu mengalami perkembangan pesat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk buku digital yang ternyata bisa berdampingan erat dalam arti saling memberi dan saling menerima satu sama lain demi memajukan peradaban suatu negara termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memang didirikan oleh para pendiri bangsa yang sangat mencintai buku dan sangat gemar menulis sehingga kita semua sebagai generasi penerus bangsa mampu mengetahui kedahsyatan dan kedalaman berbagai pemikiran para pendiri bangsa ini.
Setiap anggota masyarakat Indonesia yang mempunyai kesukaan pada dunia membaca dan dunia menulis alias dunia literasi tentu mempunyai cara pandang dan perspektif masing-masing untuk memahami dari hati yang paling dalam mengenai permasalahan buku cetak dan buku digital sehingga mampu memberikan warna tersendiri yang semakin menguatkan kecintaan kita semua pada dunia literasi yang selalu menyatu dalam jiwa dan raga.
Buku cetak dan buku digital tentunya mempunyai berbagai keunikan masing-masing. Berbagai keunikan yang terdapat dalam buku cetak dan buku digital menurut analisis penulis bukanlah suatu hal yang mesti dibentur-benturkan. Namun, apa yang baik dan bagus pada buku cetak dapat dikombinasikan dengan apa yang baik dan bagus pada buku digital sehingga tujuan utama membaca buku yaitu mendapatkan informasi baru dan pengetahuan mendalam selalu seiring sejalan layaknya perjalanan panjang penuh perjuangan bangsa dan negara Indonesia dengan segala keindahan literasi dari berbagai penulis yang telah mampu menyelami dunia kepenulisan dengan penuh proses perjuangan dan penghayatan terhadap tulisan.
Layaknya sebuah jalan yang kita pernah lalui, terutama pada daerah baru, tentunya mempunyai persimpangan yang membuat kita berpikir sejenak ingin melalui yang jalur yang mana untuk mencapai tujuan. Bagi orang-orang yang mempunyai rasa keingintahuan yang sangat tinggi dengan kekuatan analisis yang kuat serta intuisi intelijen memikat, mereka ingin melalui semua jalan baru yang ada pada persimpangan jalan tersebut sehingga mampu memberikan sudut pandang dan perspektif yang baru dalam mencapai suatu tujuan yang sama yaitu kebenaran informasi dan kedalaman pengetahuan.
Berbagai lembaga baik lembaga pemerintah maupun swasta termasuk lembaga pendidikan seperti sekolah, akademi, kampus, perguruan tinggi, dan berbagai institusi pendidikan lainnya dapat menyediakan buku versi cetak maupun buku versi digital sehingga mampu menjangkau para pembaca buku sesuai dengan kebutuhan dari pembaca berdasarkan bakat dan minatnya dalam dunia perbukuan untuk meraih hal-hal menarik dalam dunia literasi.
Orang-orang penikmat buku di negeri ini, melihat dengan pandangan jauh ke masa depan bahwa dengan kemajuan pesat serta perkembangan cepat ilmu pengetahuan dan teknologi maka buku versi cetak dan buku versi digital dapat menjadi sahabat setia yang saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dalam dunia persahabatan yang penuh dengan kesetiaan, rasa saling percaya merupakan hal yang krusial menentukan arah persahabatan.
Buku cetak dan buku digital bukanlah untuk dipertentangkan tetapi untuk dipertemukan dalam ranah literasi yang selalu membutuhkan kedalaman pengetahuan dengan keluasan hati untuk menerima berbagai hal yang baru. Buku cetak dan buku digital bukan menjadi persaingan tetapi menjadi persahabatan menawan sepanjang masa penuh kenangan tulisan-tulisan brilian dari berbagai kalangan.
Sinergi kuat dan rasa saling percaya memikat antara buku versi cetak dan buku versi digital mampu memberikan sekaligus menghasilkan akses informasi dan kunci pengetahuan yang semakin berkembang dan semakin luas kepada masyarakat Indonesia pada berbagai wilayah dari Sabang sampai dengan Merauke dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika. Hal yang sudah menjadi kewajiban kita semua untuk selalu menjaga berbagai bentuk kemajemukan Indonesia yang indah sebagai pemberi semangat demi meraih cita-cita mulia untuk meneruskan serta mengisi kemerdekaan Indonesia! Salam literasi untuk kita semua!
Jimmy Frismandana Kudo
Guru Pendidikan Pancasila, SMA Darma Yudha, Pekanbaru
frismandana@yahoo.co.id