Rindu Dan Waktu | Puisi : Firman Wally

134

RINDU DAN WAKTU

Kekasihku sang pemilik rindu

suatu kelak nanti

 kita akan menyatu dalam lingkaran yang dinamakan pertemuan

hingga kita tak lagi cemas kerena pesan-pesan yang terkirim

lama baru terbalaskan

Dan kita tak lagi meragu

di karenakan jarak membuat kita sibuk dengan

dunianya masing-masing

Kita perlu bersabar

dan hati selalu mekar

jangan sampai ada yang gugur

lebih dulu di antara aku dan kamu

Yang kita harus tahu bahwa

jarak dan waktu

Telah membentuk kita

agar menjadi manusia

yang kuat,

 manusia yang hatinya tetap sehat

walaupun rindu kadang menyakitkan

Mungkin dengan pahitnya rindu

nanti kita dapat merasakan

manisnya bertemu,

indahnya bersama-sama kapan

 dan di mana saja

asalkan jangan terlalu membesar-besarkan khawatir yang begitu terasa

Waktu dan rindu

bukan saja membentuk kita sebagai sang menyabar

melainkan juga membentuk kita menjadi dewasa

dewasa perihal setia dalam mencinta

Kamu yang di sana

Jangan terlalu cemas

aku di sini untukmu

untuk kamu yang terindah

di lidah, hingga di dalam dada

Di sini hanya rindu yang jadi lagu-lagu terinda dalam sendu

Semoga saja di sana juga begitu

Aku cuma mau bilang dengan hati yang jujur paling subur

Bahwa, saking rindunya sampai-sampai sebelum tidurku terjaga

selalu saja kurangkai puisi

Puisi yang di mana namamu dijadikan

diksi terindah untuk kesempurnaan setiap bait

Rindu boleh berjalan

waktu juga boleh berlalu

asalkan

kita masih menetap dengan rasa yang sama

dan janganlah kamu

Ambil bagian dari masa lalu

Tetap searah jangan ke mana-mana

apalagi sampai berpindah dada, juga rasa

Kamu yang kurindu

aku padamu

Tahoku, 21 Februari 2022


HATI LUKA SENG BADARAH

Pada akhirnya beta sandiri deng luka

Sedangkan ale su pigi jao bawa samua rasa

Ale datang tampa aba-aba

Rayu deng kata cinta

pergi jua tampa suara

Lalu kasi tinggal luka yang biking binasa

di dalam dada

Sepanjang hari beta hanya dihantui rasa gelisah dalam sunyi

senyi deng hari-hari yang hanya bisa par hibur air mata dalam sepi

Perkara mo lupa memang akang seng mudah jatuh cinta, apalagi

par orang yang beta rasa su terlanjut

rubah beta pung luka jadi tatawa

Meskipun itu hanya sengaja

Sekarang ini ale hanya bisa biking beta kecawa,

Lalu beta bisa apa

Sepanjang hari berganti

Beta hati akang tamba luka

Beta bingung seng tau lai

mau cari akang pung obat di sapa

Beta pung hari-hari hanya dikepung galisah

tatikam rasa menyasal di dada

su tatikam deng kata kecewa

mar hati luka seng badarah

Tahoku, 21 Februari 2022


AYAH AKU SUDAH DEWASA YANG TIDAK DEWASA

Ayah, di usiaku yang sudah dewasa ini

Aku sudah mulai terbiasa menjali kehidupan

dengan

tak lagi sepenuhnya

berharap lebih pada bahu ayah

untuk menaruh beban

Karena aku menyadari

sudah dari aku kecil ayah menahan air mata

yang jatuh demi anakmu ini bahagia

Tapi ayah, bolehkan nanti kupinjam lagi bahumu

untuk istirahat sebentar saja, sebab dalam perjuanganku,

aku merasa beban di dunia ini terlalu berat

Ayah tidak marahkan kalau aku pinjam, sebentar saja

Yah maaf, kalau anakmu ini dikit-dikit mengeluh,

maaf kalau masih merepotkan

Ayah di luar sana, banyak sekali cobaan

banyak sekali orang-orang yang mengingatkan aku tentang sosok ayah

akan bagaimana perjuangan ayah dulu, berjuang tanpa mengeluh,

bermandikan keringat, mungkin juga

air mata yang begitu hangat.

Darimu ayah aku belajar banyak

Belajar tentang proses mengejar impian

tanpa harus menyerah, atau tak harus runtuh dengan kerasnya dunia

Ayah bolehkan ku pinjam kakimu

untuk berlari

untuk mengejar mimpi-mimpi yang balum jua kucapai hingga kini

Atau kupinjam isi kepalamu untuk memikirkan

bagaimana cara manggantikan susah dengan bahagia

Atau kupinjam tanganmu yang tak henti-hentinya bekerja tanpa menyerah

Yah, bisa kan aku pinjam, sebentar saja?

Ayah, aku tau

bahkan seseisi dunia pun tahu

bahwa kamu adalah sosok yang tidak mengandung dan melahirkan

Akan tetapi banyak beban yang telah kamu kandung

agar nantinya dapat melahirkan senyum di raut wajah kami

Ayah anakmu sudah dewasa

Tapi belum bisa jadi ayah

yang tidak mengeluh atau pun menyerah

di setiap kali bekerja, di setiap kali diterpa masalah

yang datang dengan berbagai rupa

Yah, maafkan aku

yang belum mampu mendewasakan pikiran

di saat hadirnya berbagai beban perihal kerasnya gemeruh kehidupan.

Tahoku, 20 Februari 2022


BILA NANTI KATONG BAKUDAPA

Bila nanti katong bakudapa

tanpa rencana

meskipun bukan untuk ulang lagi carita

setidaknya nanti katong bisa jual beli lagi

suara atau hanya sekedar tukar tawa

di waktu bakudapa.

Sekalipun ada bahasa

se sapa beta sapa.

Tapi beta bisa menjamin bahwa

beta adalah orang yang paling bahagia,

meskipun beda deng apa yang se rasa

Sejak kepergian se yang sudah cukup lama

yang sudah menginjaki satu taong lebih

beta pung hari-hari akang hanya rame

deng rasa sunyi

beta pung jemari akang seng bersemangat

lagi par balas pesan-pesan yang masuk di beta pung hp

Jujur, beta paling berharap pada waktu itu

bahwa katong bisa baku jaga perasaan

bisa saling percaya, seng saling tikam dada satu sama laeng

bisa jadi orang yang paleng bahagia

selalu sama-sama di mana saja

sampe katong lupa apa itu masalah

yang bawa datang luka

katong bisa jadi orang yang dewasa bukan karena usia

melainkan karena katong pung pola pikir sebagai manusia,

bisa dewasa dalam hadapi masalah yang datang deng berbagai warna

tanpa harus takut pada kata seng bisa

lalu, menjadi orang paling dewasa sampe katong pung carita akang manua

Tapi, apa

yang beta harapkan bukan untuk jadi milik beta,

akang menuju pada orang yang se anggap segalanya

yang jadi tempat singga se yang terakhir

beta kecewa, tapi beta bisa apa

beta menyadari bahwa memang cinta seng bisa dipaksa

untuk tarus bersama-sama untuk selalu searah

Dalam kepergian se, beta cuma bisa berdoa semoga

se bahagia dengan orang yang se jadikan pilihan utama

dalam se pung hidup yang se yakini bisa bahagiakan se

 sampe hari tua nanti

Kalau misalkan katong masih bakudapa

beta akan jadi orang pertama yang tersenyum, orang pertama yang bahagia di waktu makudapa. sebab itu yang beta inginkan. Meskipun se pung tatapan akang su seng indah kaya dolo lagi, se pung balasan senyum seng manis kaya dolo lagi. Tapi beta bahagia walaupun katong seng satu carita, namun se pernah jadi bagian dari beta pung carita yang sudah berakhir deng luka.

Tahoku, 20 Februari 2022

Firman Wally, pria kelahiran Tahoku. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 "Rantau" Dari Negeri Poci 11 "Khatulistiwa" dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi "Lelaki Leihitu" 2021 dan "Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan" 2021.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan