Kekasihku sang pemilik rindu
suatu kelak nanti
kita akan menyatu dalam lingkaran yang dinamakan pertemuan
hingga kita tak lagi cemas kerena pesan-pesan yang terkirim
lama baru terbalaskan
Dan kita tak lagi meragu
di karenakan jarak membuat kita sibuk dengan
dunianya masing-masing
Kita perlu bersabar
dan hati selalu mekar
jangan sampai ada yang gugur
lebih dulu di antara aku dan kamu
Yang kita harus tahu bahwa
jarak dan waktu
Telah membentuk kita
agar menjadi manusia
yang kuat,
manusia yang hatinya tetap sehat
walaupun rindu kadang menyakitkan
Mungkin dengan pahitnya rindu
nanti kita dapat merasakan
manisnya bertemu,
indahnya bersama-sama kapan
dan di mana saja
asalkan jangan terlalu membesar-besarkan khawatir yang begitu terasa
Waktu dan rindu
bukan saja membentuk kita sebagai sang menyabar
melainkan juga membentuk kita menjadi dewasa
dewasa perihal setia dalam mencinta
Kamu yang di sana
Jangan terlalu cemas
aku di sini untukmu
untuk kamu yang terindah
di lidah, hingga di dalam dada
Di sini hanya rindu yang jadi lagu-lagu terinda dalam sendu
Semoga saja di sana juga begitu
Aku cuma mau bilang dengan hati yang jujur paling subur
Bahwa, saking rindunya sampai-sampai sebelum tidurku terjaga
selalu saja kurangkai puisi
Puisi yang di mana namamu dijadikan
diksi terindah untuk kesempurnaan setiap bait
Rindu boleh berjalan
waktu juga boleh berlalu
asalkan
kita masih menetap dengan rasa yang sama
dan janganlah kamu
Ambil bagian dari masa lalu
Tetap searah jangan ke mana-mana
apalagi sampai berpindah dada, juga rasa
Kamu yang kurindu
aku padamu
Tahoku, 21 Februari 2022
Pada akhirnya beta sandiri deng luka
Sedangkan ale su pigi jao bawa samua rasa
Ale datang tampa aba-aba
Rayu deng kata cinta
pergi jua tampa suara
Lalu kasi tinggal luka yang biking binasa
di dalam dada
Sepanjang hari beta hanya dihantui rasa gelisah dalam sunyi
senyi deng hari-hari yang hanya bisa par hibur air mata dalam sepi
Perkara mo lupa memang akang seng mudah jatuh cinta, apalagi
par orang yang beta rasa su terlanjut
rubah beta pung luka jadi tatawa
Meskipun itu hanya sengaja
Sekarang ini ale hanya bisa biking beta kecawa,
Lalu beta bisa apa
Sepanjang hari berganti
Beta hati akang tamba luka
Beta bingung seng tau lai
mau cari akang pung obat di sapa
Beta pung hari-hari hanya dikepung galisah
tatikam rasa menyasal di dada
su tatikam deng kata kecewa
mar hati luka seng badarah
Tahoku, 21 Februari 2022
Ayah, di usiaku yang sudah dewasa ini
Aku sudah mulai terbiasa menjali kehidupan
dengan
tak lagi sepenuhnya
berharap lebih pada bahu ayah
untuk menaruh beban
Karena aku menyadari
sudah dari aku kecil ayah menahan air mata
yang jatuh demi anakmu ini bahagia
Tapi ayah, bolehkan nanti kupinjam lagi bahumu
untuk istirahat sebentar saja, sebab dalam perjuanganku,
aku merasa beban di dunia ini terlalu berat
Ayah tidak marahkan kalau aku pinjam, sebentar saja
Yah maaf, kalau anakmu ini dikit-dikit mengeluh,
maaf kalau masih merepotkan
Ayah di luar sana, banyak sekali cobaan
banyak sekali orang-orang yang mengingatkan aku tentang sosok ayah
akan bagaimana perjuangan ayah dulu, berjuang tanpa mengeluh,
bermandikan keringat, mungkin juga
air mata yang begitu hangat.
Darimu ayah aku belajar banyak
Belajar tentang proses mengejar impian
tanpa harus menyerah, atau tak harus runtuh dengan kerasnya dunia
Ayah bolehkan ku pinjam kakimu
untuk berlari
untuk mengejar mimpi-mimpi yang balum jua kucapai hingga kini
Atau kupinjam isi kepalamu untuk memikirkan
bagaimana cara manggantikan susah dengan bahagia
Atau kupinjam tanganmu yang tak henti-hentinya bekerja tanpa menyerah
Yah, bisa kan aku pinjam, sebentar saja?
Ayah, aku tau
bahkan seseisi dunia pun tahu
bahwa kamu adalah sosok yang tidak mengandung dan melahirkan
Akan tetapi banyak beban yang telah kamu kandung
agar nantinya dapat melahirkan senyum di raut wajah kami
Ayah anakmu sudah dewasa
Tapi belum bisa jadi ayah
yang tidak mengeluh atau pun menyerah
di setiap kali bekerja, di setiap kali diterpa masalah
yang datang dengan berbagai rupa
Yah, maafkan aku
yang belum mampu mendewasakan pikiran
di saat hadirnya berbagai beban perihal kerasnya gemeruh kehidupan.
Tahoku, 20 Februari 2022
Bila nanti katong bakudapa
tanpa rencana
meskipun bukan untuk ulang lagi carita
setidaknya nanti katong bisa jual beli lagi
suara atau hanya sekedar tukar tawa
di waktu bakudapa.
Sekalipun ada bahasa
se sapa beta sapa.
Tapi beta bisa menjamin bahwa
beta adalah orang yang paling bahagia,
meskipun beda deng apa yang se rasa
Sejak kepergian se yang sudah cukup lama
yang sudah menginjaki satu taong lebih
beta pung hari-hari akang hanya rame
deng rasa sunyi
beta pung jemari akang seng bersemangat
lagi par balas pesan-pesan yang masuk di beta pung hp
Jujur, beta paling berharap pada waktu itu
bahwa katong bisa baku jaga perasaan
bisa saling percaya, seng saling tikam dada satu sama laeng
bisa jadi orang yang paleng bahagia
selalu sama-sama di mana saja
sampe katong lupa apa itu masalah
yang bawa datang luka
katong bisa jadi orang yang dewasa bukan karena usia
melainkan karena katong pung pola pikir sebagai manusia,
bisa dewasa dalam hadapi masalah yang datang deng berbagai warna
tanpa harus takut pada kata seng bisa
lalu, menjadi orang paling dewasa sampe katong pung carita akang manua
Tapi, apa
yang beta harapkan bukan untuk jadi milik beta,
akang menuju pada orang yang se anggap segalanya
yang jadi tempat singga se yang terakhir
beta kecewa, tapi beta bisa apa
beta menyadari bahwa memang cinta seng bisa dipaksa
untuk tarus bersama-sama untuk selalu searah
Dalam kepergian se, beta cuma bisa berdoa semoga
se bahagia dengan orang yang se jadikan pilihan utama
dalam se pung hidup yang se yakini bisa bahagiakan se
sampe hari tua nanti
Kalau misalkan katong masih bakudapa
beta akan jadi orang pertama yang tersenyum, orang pertama yang bahagia di waktu makudapa. sebab itu yang beta inginkan. Meskipun se pung tatapan akang su seng indah kaya dolo lagi, se pung balasan senyum seng manis kaya dolo lagi. Tapi beta bahagia walaupun katong seng satu carita, namun se pernah jadi bagian dari beta pung carita yang sudah berakhir deng luka.
Tahoku, 20 Februari 2022
Firman Wally, pria kelahiran Tahoku. Karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 "Rantau" Dari Negeri Poci 11 "Khatulistiwa" dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi "Lelaki Leihitu" 2021 dan "Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan" 2021.