aku melangkah dalam kelam
menepi dalam sunyi sebab hijrahku adalah langkah sunyi
selembut angin nafiri
aku hanya waktu yang menanti
bersendiri di malam-malam tahajjud berlari
hingga pagi sunyi
sebab hijrahku adalah bisik bintang yang tinggi
dan embun yang gugur di kaki
bila ada angin berbisik di ujung ranting dan dedaunan
itulah lidah yang mengulur zikir bersaksi
sebab hijrah bagiku adalah kata-kata yang terus memburu makna
di lipatan hati dan ayat suci
pekanbaru, 17.2020
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com