

Gagak hitam itu melintasi berjalanan pulangku
Terbang rendah mengepak ngepak sayap gagahnya
seraya menyapa “selamat menikmati pejalan pulang duhai…
Seraya mengikuti gerakan sayap gagak
dalam hati aku menjawab sapanya…
“Duhai gagak hitam pinjami aku sayapmu nan gagah itu
Biar aku merdeka sepertimu terbang
pergi pulang dalam pencarian hidupku
Namun…
Seketika aku tertegun pada hatiku
dengan tertunduk malu
Seiring berlalunya gagak hitam nan gagah itu
Samar samar kutangkap iya menuliskan pesan
lewat kepakan sayapnya
“Duhai…engkau manusia bodoh!
jika ingin sepertiku si gagak hitam yang hanya bisa terbang
Sementara manusia meskipun tak punya sayap
masih dapat terbang dalam alam pikirnya
“Jangan bodoh duhai ..
Tetaplah menjadi dirimu dengan segala pikiranmu
engkau bisa jadi apa saja yang kau mau
Dakupun tertunduk malu sembari mengangguk dalam kalbu…
Engkau benar wahai gagak hitam….
Pergilah berlalu bersama pikir awalku….
Diketika pulangku
Melintas gagak hitam
Yeni Andriani, Ys. Kepala SMAN 10 Mandau