Ragam Janji Para Menteri Baru Usai Dilantik Jokowi

JAKARTA – TIRASTIMES || Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 6 menteri barunya mulai dari Menteri Sosial hingga Menteri Kesehatan. Para menteri menyampaikan rencana kerja mereka dan pesan serta harapan dari presiden terhadap mereka.
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) menyampaikan dirinya diminta segera mencairkan dana bantuan sosial (bansos). Risma diminta dana bansos sudah bisa dirasakan masyarakat pada minggu pertama Januari 2021.
 
“Yang diperintahkan oleh Bapak Presiden (Jokowi), yang pertama ini yang sangat urgen adalah bagaimana realisasi bantuan untuk yang triwulan 4 dan nanti awal 2021 Januari, itu minggu pertama harus bisa keluar,” kata Risma di Istana Negera, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).
 
Dengan cairnya bantuan sosial diharapkan ekonomi nasional bisa bergerak. Risma memastikan penyaluran bansos akan dilakukan secara tepat.
 
Penyaluran bansos akan tepat waktu dan sasaran, sambung Risma, jika distribusinya berdasarkan pendataan yang baik. Untuk mewujudkan hal ini dirinya akan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.
 
“Kita akan lakukan dengan transparan, tidak ada lagi cash, tunai dalam bentuk apa pun. Tapi kami akan gunakan semua transaksi secara elektronik,” kata Risma soal rencananya ke depan, setelah perbaikan data lewat kerja sama dengan Disdukcapil Kemendagri.
 
Risma juga menyampaikan dirinya akan melakukan pemberdayaan sosial kepada masyarakat. Strateginya adalah dengan menggandeng para kepala daerah.
 
Dia kemudian berbicara soal antisipasi dampak siklus cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan potensi kemarau panjang. Kondisi itu bisa berisiko mengakibatkan kelaparan.
 
“Ini tentunya akan berimplikasi kepada hasil-hasil produk pertanian ataupun yang lain sehingga itu yang harus diimbangi supaya tidak terjadi kelaparan,” kata Risma.
 
Selanjutnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berjanji akan melakukan terobosan-terobosan baru. Namun, Yaqut tidak mengungkap terobosan apa saja yang akan diterapkan.
 
“Kita lihat nanti pasti akan ada terobosan-terobosan dari kementerian agar akan berbeda dari masa-masa lainnya,” ujar Yaqut di Istana Kepresidenan.
 
 
Dia lalu menekankan lagi tekadnya, seperti saat diumumkan sebagai calon Menag oleh Presiden Jokowi, yaitu menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi.
 
“Sebagai inspirasi bukan aspirasi, itu bisa diperhitungkan, bagaimana cara hubungan antar umat beragama, hubungan antar intern umat beragama,” tutur Yaqut.
 
Kemudian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi untuk menangani COVID-19 secepatnya dan sebaik-baiknya.
 
“Khusus mengenai tugas yang diminta oleh Bapak Presiden agar difokuskan segera bisa dilakukan agar bagaimana kami bisa menangani masalah COVID-19 ini dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” ujar Budi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan.
 
Budi Gunadi diminta segera menormalkan kembali situasi seperti sebelum pandemi.
 
“Agar semua murid bisa kembali sekolah dengan segera, agar semua pengusaha UKM bisa segera kembali menggelar tokonya, agar semua keluarga kita bisa kembali bersilaturahmi, dan agar seluruh rakyat Indonesia bisa hidup normal kembali,” sambung dia.
 
Dia meminta dukungan dari seluruh komponen bangsa untuk menangani pandemi COVID-19 ini.
 
“Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa. Baik itu asosiasi kedokteran, baik itu pemerintah daerah, provinsi, kabupaten dan kotamadya serta seluruh teman-teman sekalian. Masalah ini adalah masalah yang sangat secara tidak mungkin kami lakukan sendiri, yang harus kami lakukan secara inklusif serta gotong royong,” tuturnya.
 
Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono berjanji akan memastikan ekosistem kelautan di Indonesia dijaga agar tak rusak.
 
“Terobosan apa yang akan saya lakukan? Tentu sebagai lembaga kementerian yang menjaga laut, maka memastikan keberlangsungan dari pada ekosistem di kelautan ini bisa berjalan dan tidak rusak. Namun demikian, di sisi lain juga dia juga harus bisa memberi manfaat kesejahteraan yang besar kepada bangsa ini,” ucapnya.
 
 
Trenggono kemudian mengatakan akan belanja masalah dalam satu bulan ke depan. Dia mengatakan, jika ada kebijakan baik di KKP pada periode sebelumnya, akan dilanjutkan.
 
“Itu yang akan kami lakukan dalam waktu saya kira tidak lama, barangkali satu atau bulan ke depan saya akan belanja masalah untuk mengevaluasi semua apakah yang sudah dilakukan, mana yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita akan hentikan,” imbuhnya.
 
Giliran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno. Dia menyebutkan tiga rencana untuk mengembangkan pariwisata Indonesia.
 
“Pertama, inovasi. Karena kita harus bergerak secara cepat bahwa Presiden dan Bapak Wapres berpesan agar setahun ini harus ada perubahan yang mendasar untuk berbenah pada lima destinasi superprioritas, dari wisata, tarian, infrastruktur dan segala yang berkaitan dari pariwisata ekonomi kreatif,” Sandiaga Uno menjelaskan.
 
Dia juga akan membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif beradaptasi dengan situasi terkini, yaitu pandemi COVID-19. Sehingga para pelaku di dua sektor itu dapat bangkit dari imbas pandemi.
 
“Kedua adalah adaptasi. Adaptasi dengan keadaan terkini, yaitu COVID-19. CHSE salah satunya yang harus dipastikan untuk kebangkitan sektor ini.”
 
“Yang terakhir adalah kolaborasi, kami harus menggandeng semua pihak,” ujarnya.
 
Sandiaga menyadari membangkitkan pariwisata saat pandemi OCVID-19 bukan persoalan gampang. Apalagi, dia diminta untuk juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya saat banyak pekerjaan di sektor wisata hilang karena wabah COVID-19.
 
“Ini tugas berat, ribuan pekerja terdampak COVID-19. Kami harus memperdayakan semua sektor untuk membuka lapangan pekerjaan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” Sandiaga Uno menegaskan.
 
Terakhir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan akan segera melakukan pengecekan distribusi arus barang ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Dia ingin menjamin kelonjakan harga tidak terjadi.
 
“Saya ingin mengecek kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dulu untuk memastikan bahwa seluruh barang, apa yang bisa kita laksanakan hari ini, untuk menjamin tidak ada kelonjakan harga yang besar dan memberatkan masyarakat,” kata Lutfi.
 
Dia menjelaskan harga barang memang harus tetap stabil, hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi COVID-19.
 
“Yang saya bilang tadi menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
 
Lutfi pun mengatakan salah satu dari tiga tugas utamanya menjadi Mendag adalah untuk menjaga kestabilan harga dan menekan angka inflasi.
 
“Jadi waktu dipanggil pak Jokowi, pak Jokowi pesan 3 hal, hal itu adalah menjaga kestabilan harga terutama inflasi,” ujar Lutfi. (hs/dtk)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan