

Bulan Ramadan yang kini kita sudah berada di penghujungnya bukan lah suatu musiman yang setiap tahun datang dan pergi begitu saja. Lebih daripada itu sebenarnya bertemu dengan Ramadan adalah sebuah kesempatan yang teramat mulia yang Allah SWT anugerahkan kepada segenap makhluknya terlebih kepada kita sebagai manusia.
Kebanyakan kita manusia, bila berada di sepuluh malam terakhir atau di penghujung bulan Ramadan disibukkan dengan hal-hal yang berbau keduniawian seperti membeli baju baru, celana baru, rumah dengan model dan cat yang baru, perabot baru bahkan sebisa mungkin segala sesuatunya serba baru. Sementara esensi dari bulan Ramadan itu sendiri mulai terkikis yang tadinya untuk memperbanyak dan memperbaiki amal ibadah menjadi sesuatu yang kadang terkesan lebih kepada sikap bermegah-megahan dan bermewah-mewahan.
Untuk menghindari sikap yang telah disebutkan diatas terdapat tips jitu dari para ulama, ustadz dan orang-orang shaleh dengan mengatakan “Jadikan Ramadan Tahun Ini Sebagai Ramadan Terbaik dan Ramadan Terakhir yang Pernah Kita Temui”. Ungkapan ini bila sudah tertanam di dalam hati yang paling dalam, maka apa pun yang datang menghadang pasti bisa di sikapi dengan bijaksana karena ibadah Ramadan adalah lebih utama daripada persiapan menyambut lebaran di akhir-akhir bulan Ramadan.
Bukankah Nabi Muhammad SAW lebih giat melaksanakan ibdah di 10 malam terakhir di bulan Ramadan dan nabi Muhammad SAW juga mempunyai baju jubah khusus bila sudah memasuki 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri berdasrkan hadist berikut:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
كان للنبي صَلَّى الله عليه وسلم جبة يلبسها للعيدين ويوم الجمعة
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fitri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada Jumat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya, 1765)
Dari dua penjelasan hadist diatas bahwa nabi muhammad SAW di 10 malam terakhir bulan Ramadan Memperbanyak sholat malam, termasuk sholat tahajud, beri’tikaf di masjid, Memperbanyak sedekah, termasuk zakat fitrah, zakat mal, dan sedekah sunah, Memperbanyak membaca Al-Qur’an, Berdoa memohon ampunan, rahmat, ridha, dan hidayah, Mencari Lailatul Qadar, Membangunkan keluarganya untuk sholat atau beribadah, Mandi dan membersihkan diri, merapikan pakaian, serta memakai wangi-wangian.
Kemudian Nabi Muhammad SAW memiliki jubah khusus yang dikenakan pada hari raya Idul Fitri, Jumat, dan hari raya lainnya. Jubah tersebut disebut jubah Yemen. Maka dapat kita simpulkan bahwa di 10 malam terakhir bulan Ramadan tidak mengurangi aktivitas amal ibadah Ramadan untuk menyambut hari Raya Idul Fitri yang kini justru berbalik dengan kodisi kita saat ini.
Namun setidaknya, bila kita tak mampu mengikuti dua hadist rasulullah diatas, maka peganglah perkataan ulama, para ustadz dan orang-orang shaleh yang mengatakan “Jadikan Ramadan Tahun Ini Sebagai Ramadan Terbaik dan Ramadan Terakhir yang Pernah Kita Temui” agar bila sikap kita mulai condong ke arah merugikan itu dapat menjadi benteng dan bersikap secara bijaksana karena ibadah Ramadan itu lebih utama daripada persiapan menyambut lebaran di akhir-akhir bulan Ramadan tanpa mengabaikan persiapan tersebut.
Bengkalis, 28 Maret 2025
Hendrizon Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024 resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa Bhakti (2024 -2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.No.Hp/WA 0813 6561 9584