Roda Doa Menggelinding: Puisi Dienullah Rayes

22

Engkau dan aku
sedekat urat leher
titian cairan darah
kelenjar batok kepala arah dada.
dan sebaliknya

Engkau dan aku
sejauh pikir dan rasa tak terukur
langit – bumi ciptaanmu.

dalam mimpi sepertiga malam
arus darah memompa napas
kujumpai Nabi Utusanmu
di rumah mahkota kubah
berdiri tegak Nabi Imam di muka mimbar
menggemuruh suara makmum getarkan suara Aamiin.

iblis bernafsu linggis
di antara tumit umat yang shalat
melepas langkah seribu
menjauh dan membisu
luluh dalam sayup-sayup sepi
dihanguskan kobaran api islami.

Ruh kembali ke dalam diri yang suci
aku dan para umat sadar
sadari diri sebagai hamba yang merunduk hati
Engkau Yang Menapasi Insan Makhluk Ciptaan MU.

Sumbawa,di bawah emper langit NTB.
7 Maret 2025.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan