Romansa Bekicot | Puisi: Firdaus Herliansyah

66

Romansa Bekicot

ada revolusi Bolshevik di Soviet
ada insiden teh di Boston
ada pula tragedi di lapangan Tiananmen
namun sejarah kita yang paling kuingat sayangku
soal lukisan wajahmu yang mengusik malamku
naik turun nafasku selalu saja tentang namamu
simfoni terindah adalah merdu suaramu
kau duduk disisiku bercakap kisah-kisahmu dulu
gadis kecil; anjing pudel; dan bekicot

ada munajat di Hajar Aswad
ada Ekaristi kudus di Vatikan
ada juga ibadah Sabat di Yerusalem
namun ikatan kita tak kalah sucinya kekasihku
pada tebing everest kutulis janji kita
mimpi tentang pondok mungil di tepi pantai
“apa kau mau membikin istana pasir bersamaku?”
bisikan tulus dari bibir mungilmu
“aku ingin menua dan mati bersamamu”
begitu janjimu waktu itu

ada cerutu dari Havana
ada lighter dari Pennsylvania
ada pula segelas espresso dari Honduras
tapi asmara kita lebih nikmat dari itu manisku
kita adalah bekicot yang bersundal dengan waktu 
bercumbu diatas jerami dipayungi pelangi
harum peluhmu, manis bibirmu seperti madu
begitu kelakar dunguku saat itu
waktu gaun polkadotmu menari-nari dirayu bayu

ada perjanjian damai di San Fransisco
ada konvensi kemanusiaan di Jenewa
ada juga sumpah palapa dari Majapahit
tapi prasasti janji setia kita paling tulus cintaku
kau adalah dosa yang tak akan aku sesali
kau adalah kesalahan yang ingin aku ulangi
kau adalah penyesalan yang tak ada jalan kembali
dalam desing peluru dan bermandi mesiu
kutitipkan rindu pada bekicot di balik perdu

(Pekanbaru, 31 Oktober 2020)

Puisi ini dimuat dalam buku antologi puisi “Bait-Bait Sendu” Penerbit Elfa Mediatama, Cikarang Baru, 2020

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Berita Lainnya
  • Firdaus Herliansyah, berdomisili di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Seorang suami dan ayah dari dua orang anak yang saat ini bekerja sebagai ASN di Provinsi Riau. Penulis memiliki hobi dalam bidang sastra seperti menulis puisi dan cerpen yang beberapa diantaranya dimuat dalam buku antologi bersama.
  • Blog penulis: firdausherliansyah.wordpress.com

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan