Satu Warga Pekanbaru Meninggal Karena DBD

PEKANBARU,tirastimes – Satu warga Kota Pekanbaru meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Korban meninggal berinisial R (20), warga Jalan Melur, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan.

Diduga, korban meninggal ini terlambat penanganan. Korban meninggal pada tanggal 15 Februari 2020 lalu. Informasi didapat, korban sudah merasakan sakit sejak Jumat 7 Februari lalu.

Pasien masuk rumah sakit dengan diagnosa DHF with warning sign dengan hemaptoe dan melena atau sudah muntah darah. Kondisi korban sudah lemas. Setelah dirawat selama lima hari korban tidak dapat tertolong dan meninggal.

Data dari Dinas Kesehatan (Diskes), dari Januari lalu sampai pekan kedua bulan Maret ini sudah ada 238 kasus DBD ditemukan. Sebanyak 237 pasien DBD saat ini sudah sembuh dan sudah ditangani Diskes.

Pelaksana tugas Kepala Diskes Kota Pekanbaru, M Amin menjelaskan, masalah DBD bukan persoalan fogging. Tapi persoalan lingkungan. Untuk itu, Puskesmas diharapkan turun ke masyarakat agar menjaga lingkungannya.

“Bukan hanya mengatasi DBD itu, orang sakit dikirim ke rumah sakit. Bukan itu persoalannya. Tapi bagaimana kita menata lingkungannya supaya tidak bertelur lagi nyamuk aedes aegypti itu,” kata Amin, Kamis (12/3/20).

Ia meminta peran Puskesmas di masyarakat terus dimaksimalkan. “Masyarakat diajak supaya ikut membersihkan lingkungan bersama, melakukan 3M plus. Jika butuh fogging dengan alur yang sudah ada, kita akan fogging,” jelasnya.

Program Diskes Pekanbaru, kata dia, sudah lakukan penyuluhan kepada masyarakat, baik melalui dinas langsung atau melalui puskesmas. Juga ada program melalui Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

“Turun ke lapangan, langsung ke masyarakat jadi kita tidak menunggu di Puskesmas lagi. Kita turun ke masyarakat, kita wajib turun mengajak masyarakat untuk memerangi DBD. Untuk obat, saya rasa cukup, untuk penanganan DBD cukup,” paparnya dilansir dari cakaplah. (yuen)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan