Belimbing Sayur: Puisi Wahyu Mualli Bone

180

Sedikit asam, tapi bisa memancing picing mata, bergidik kuduk dan angguk balam. Masih keluarga asam cermai, butuh cermat memilahnya.
Dipetik memang harus langsung di masak dampingan bumbu. terlalu banyak dipetik, mending dijemur selebihnya sampai kering, jangan salah suhu penyimpanannya, bisa berulat, keras kepalanya, dikatakan kutu bukan pula.
Zaman boleh berganti tapi cara jemur dan tata simpan selalu mengadopsi lampau punya, karena matahari belum berpindah poros. Yang pindah justru bunyinya, dari Orla ke Orba lalu Orda. Asal jangan Orgil saja. Orde yang cukup jauh jangkauan bunyinya, mending tidak disebut lah.
Belimbing sayur tidak cocok ke semua masakan, apalagi sayur asam, sedikit lidah mengecap dibanding yang mengandung kolestrol.
Sama-sama berefek samping, simpang-siur paham kesehatan menerawang lapaknya, bersinergi ala medis dan alternatif, tarik menarik positif negatif.
Kalau harus memilih, sayur apa pendamping nasi. Tergantung ramuan juga, antara asam dan lemak, lemak juga disebut rasanya.
Sayur asam dan sayur lemak bisa tidak disentuh sama sekali bahkan tidak direkomendasikan produksinya, apalagi dipilih salah satu. Bisa basi, jadi makanan organisme lain. Sebab nasi masih banyak pendamping sejatinya.
Belimbing sayur jelang ujung dua ribu dua tiga berguguran di musim penghujan, tumbuh subur bibit bobotnya.
Meski demikian, setidaknya belimbing sayur bermanfaat buat kuku saat memilih lauk di meja hidang.

Berita Lainnya

Pekanbaru, 10 Desember 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. Papix mengatakan

    Mak sexap kayaknya nih..