Menghargai dan Mencintai Arsip Sejarah: Catatan Jimmy Frismandana Kudo

102

Indonesia sejak zaman dulu hingga sekarang mempunyai keanekaragaman sejarah yang begitu memikat seperti kecantikan seorang bidadari langit yang tidak pernah pudar seiring waktu berjalan. Sejarah dapat dilihat dari banyak sisi yang datang dari berbagai arah mata angin. Sisi yang menarik untuk dilihat lebih dalam dengan cara dan sudut pandang yang unik sekaligus tidak terlupakan. Sisi yang unik dan menarik itu adalah dari sisi arsip.

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, pada bab satu ketentuan umum, pasal 1, arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sejarah mempunyai rangkaian dan benang merah yang dapat ditarik menuju satu kesimpulan berdasarkan berbagai data yang ada melalui berbagai pencarian dan perburuan berbagai dokumen seperti seorang detektif yang mencari berbagai cara untuk mendapatkan ujung suatu kasus yaitu kebenaran. Kebenaran selalu hanya ada satu persis kutipan klasik dalam komik Detektif Conan yang mampu membuat pembaca setianya dari berbagai usia dan negara untuk selalu mengeluarkan yang terbaik melalui kemampuan hebat yaitu analisis tajam laksana pedang mengkilat dan pengamatan mata elang.

Salah satu ciri negara yang menghargai dan mencintai sejarah adalah pada bentuk apresiasinya kepada berbagai arsip yang ada dari waktu ke waktu. Arsip dirawat, dijaga, dan dilestarikan dengan sangat baik dengan berbagai cara melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui sumber daya manusia yang mengedepankan integritas, cinta sejarah, kerendahan hati, tanggung jawab, dan nasionalisme. Kombinasi ini mampu menghasilkan arsip yang dirawat dengan baik sehingga generasi berikutnya dapat mengetahui sejarah bangsa dan negara Indonesia.

Berbagai berita, cerita, dan kisah sejarah yang telah terjadi pada masa lalu dapat disarikan kembali dengan baik melalui berbagai arsip yang dijaga dengan baik oleh lembaga pemerintah yang berwenang, baik tingkat pusat maupun tingkat daerah. Selembar kertas atau berlembar-lembar kertas yang terkesan biasa menjadi luar biasa karena mampu membangkitkan romantika dan nostalgia sejarah sebagai pelajaran sangat berharga untuk selalu melangkah ke depan melalui cermin sejarah.

Berita Lainnya

Masyarakat juga dapat melihat masa lalu dengan penuh romansa dan cinta sejarah melalui berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh lembaga terkait. Hal ini dapat dilihat dari adanya berbagai kegiatan seperti pameran arsip, diskusi tentang arsip, pameran foto-foto zaman dulu, nostalgia masa lalu melalui arsip. Hal ini dapat menimbulkan romansa masa lalu sebagai landasan untuk melangkah ke depan secara baik, benar, dan bijaksana serta tentu saja dengan kerendahan hati.

Menghargai dan mencintai arsip sejarah merupakan tanggung jawab bersama warga negara sebagai bagian yang integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini bisa menjadi cara yang baik untuk merawat sejarah. Bisa juga dikatakan bahwa dengan merawat sejarah berarti menjaga ingatan. Kemudian, dengan menjaga ingatan berarti juga melestarikan sejarah agar dapat dikenal dengan sangat baik kepada generasi berikutnya sebagai generasi masa depan bangsa dan negara Indonesia yang kelak menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Tulisan sederhana ini sebagai pengingat kepada khalayak luas dan bentuk tanggung jawab penulis sebagai anak Indonesia untuk selalu menggelorakan betapa pentingnya untuk menghargai dan mencintai arsip sejarah sehingga mampu membuat sejarah menjadi hidup dalam arti mempunyai makna yang hakiki. Sejatinya, hidup haruslah dibuat berarti dengan cara kita masing-masing sebagai anggota masyarakat yang mencintai sejarah dan hal-hal terkait dari hati yang paling dalam.

Mengakhiri tulisan ini, Sara Sheridan, penulis asal Skotlandia mengatakan, “Without archives many stories of real people would be lost, and along with those stories, vital clues that allow us to reflect and interpret our lives today.” Artinya, tanpa berbagai arsip banyak kisah dari orang-orang hebat akan hilang, dan bersamaan dengan berbagai cerita itu, petunjuk esensial yang memperbolehkan kita untuk merefleksikan dan menginterpretasikan kehidupan kita saat ini. Salam arsip dan salam sejarah!

Jimmy Frismandana Kudo
Guru PPKN SMA Darma Yudha Pekanbaru
frismandana@yahoo.co.id

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan