

Tingkatkan Kreatifitas Sains Siswa dengan Pembelajaran Berbasis Proyek
Pendidikan adalah suatu proses memanusiakan manusia untuk mencapai kemandirian dalam hidupnya. Dalam pendidikan formal, terdapat interaksi antara pendidik dan peserta didik yang sering disebut dengan proses belajar menagajar. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah lemahnya proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir.
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari di mana di dalamnya mempelajari tentang sifat dan fenomena alam atau gejala alam dan seluruh interaksi yang terjadi didalamnya, terutama yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan kerja yang disebut energi dan objek yang menempati ruang yang disebut materi. Fisika merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam terutama yang berkaitan dengan energi dan materi. Proses fisika dimulai dari pengamatan, pengukuran, analisis dan menarik kesimpulan. Sehingga prosesnya lama dan berbuntut panjang, namun hasilnya bisa dipastikan akurat karena fisika termasuk ilmu eksak yang kebenarannya terbukti.
Kemajuan dan perkembangan di abad ke-21, setiap orang harus memiliki keahlian atau kompetensi yang perlu dimiliki untuk menghadapi perkembangan era globalisasi ini. Kompetensi atau keahlian yang harus dimiliki pada era ini yaitu keterampilan 4C. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration) atau yang biasa disebut dengan 4C.
Kreativitas di abad ke-21 sangat dibutuhkan karena proses berpikir ini dapat menghasilkan solusi-solusi yang inovatif dari suatu permasalahan dan menghasilkam produk sebagai hasil pemikiran yang baru di semua bidang pembelajaran termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika (Science, Technic, Technologi and Mathematic). Salah satu peran penting kreativitas adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara divergen. Keterampilan tersebut mencakup kemampuan memecahkan masalah baru, memunculkan cara berpikir segar, mengemukakan gagasan dan solusi baru, mengajukan pertanyaan yang tidak biasa, dan sampai pada jawaban yang tidak dapat diprediksikan dan kreativitas yang lebih jauh.
Kreatif dalam cara berpikir membantu siswa melakukan perubahan unik dalam seluruh kehidupannya. Pemikiran yang kreatif akan menjadi titik tolak yang membantu untuk meningkatkan suatu kreatifitas sains yang lebih tinggi serta membantu untuk melakukan perubahan dramatis dalam hubungan Anda dengan orang lain. Keterampilan berpikir kreatif sains adalah kemampuan guru dalam meninggalkan gagasan, ide-ide, hal-hal yang dinilai mapan, rutinitas, using dan beralih untuk menghasilkan atau memunculkan gagasan, ide-ide dan tindakan yang baru dan menarik yang berkaitan dengan sains.
Berkaitan dengan uraian diatas maka perlu dipikirkan cara dan strategi untuk mengatasi permasalah dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL). PjBL adalah model pembelajaran yang cocok digunakan dalam penerapan keterampilan abad 21 karena selama proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek ini melatih keterampilan 4C. Penilaian kreativitasnya dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis proyek di bidang-bidang tertentu.
Model PjBL adalah pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa dalam merancang, merencanakan dan melaksanakan proyek dan memproduksi proyek yang diterbitkan atau disajikan untuk memecahkan masalah dunia nyata. Ciri khas pada pembelajaran berbasis proyek adalah berpusat pada suatu proyek. Di sini siswa diajarkan untuk yang tertera pada sintaks yang ada pada pembelajaran proyek ini dan guru juga harus melakukan penilaian kemajuan siswa mereka dan memberikan umpan balik.
Berkaitan dengan model PjBL yang merupakan pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa dalam merancang, merencanakan, melaksakan proyek, memproduksi proyek, dapat mendorong siswa dalam pembentukan keterampilan berpikir kreatif. Konsep fisika tidak semuanya yang bisa dijadikan untuk digunakan dengan pembalajaran proyek. Berdasarkan uraian diatas untuk meningkatkan kreatifitas sains siswa dapat dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek yang dibuat dan diharapkan menjadi solusi untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini dan menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi.
Febrian Virijai, Gita Lutfiana, dan Wulanda Tri Emilya, mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang.
Artikel nya sangat menarik
Terima kasih, Kak. Semoga kita bisa memberikan tulisan yang informatif.