


Pekanbaru-Tirastimes: – Selama setengah abad terakhir, kesenjangan keterampilan telah menyebabkan banyak talenta akuntan dan keuangan dipandang tidak memadai oleh pemberi kerja untuk posisi yang ditawarkan mulai dari tingkat pemula hingga chief financial officer (Wijayana, 2018).
Kesenjangan ini menempatkan peran akuntan dalam posisi yang semakin rentan. Dinamika perkembangan teknologi dan profesi akuntan menjadi tantangan bagi perguruan tinggi yang akan meluluskan tenaga-tenaga yang akan bekerja di bidang akuntansi. Terkait dengan hal tersebut, edukasi pengetahuan dan kemampuan dosen kepada mahasiswa akuntansi dalam konteks kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang menjadi salah satu darma pendidikan penting untuk dilakukan
Seperti yang dilakukan oleh tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Riau, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Aljufri,SE.,M.Ak.,AK.,CA, Ibu Dr. Indarti,SE.,MM.,Ak.,CA.,CRGP.,CIISA, dan Ibu Ika Berty Apriliyani, SE.,M.Ak.,Ak.,CA dengan memberikan edukasi kepada edukasi kepada Siswa-siswi SMAN 2 Pekanbaru bahwa peran profesi akuntan pada era revolusi industri 4.0 dan tantangan society 5.0 akan semakin dibutuhkan, 14 Desember 2022 dan 16 Januari lalu.
Menurut Aljufri, kegiatan edukasi ini dilaksanakan 2 kali karena menyesuaikan dengan jadwal kegiatan sekolah pada SMAN 2 Pekanbaru dan materi yang disampaikan cukup komprehensif serta melihat antusiasme siswa dan siswi pada SMAN 2 Pekanbaru tersebut terhadap profesi Akuntan di masa yang akan datang dalam mengahadapi era Revolusi Industri 4.0
Dijelaskan Aljufri, metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tahap perencanaan melalui diskusi dengan kepala sekolah SMAN 2 Pekanbaru terkait dengan konsep acara dan materi yang akan disampaikan.
Tahap kedua berupa kegiatan pemberian edukasi tentang Peran dan Peluang profesi Akuntan di Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0. Tahap ketiga adalah evaluasi atas edukasi yang telah disampaikan apakah peserta mempunyai keinginan atas profesi AKuntan dan mengetahui peluang dan tantangan kedepan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan dapat bersaing atas materi yang telah disampaikan.
Sebelum penyampaian edukasi, tim dosen PKM memberikan pre test dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa dan siswi peserta yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai Peran dan peluang profesi Akuntan di masa yang akan datang. Peserta yang menghadiri kegiatan PKM ini sebanyak 36 siswa, terdiri dari kelas 3 SMA dan kelas 2 SMA dengan jurusan Akuntansi. Setelah pre test diberikan selanjutnya tim Pelaksana PKM menyampaikan materi tentang Edukasi Publik, Peran dan Peluang Profesi Akuntan di era Revolusi Industri 4.0.
“Dari pelatihan ini, para peserta mendapatkan mendapatkan gambaran tantangan dan perkembangan profesi di bidang akuntansi yang akan siswa hadapi dalam dunia kerja nantinya.” ucap Aljufri.
Aljufri memberikan materi ke siswa terkait dengan optimalisasi peran profesi akuntan pada era revolusi industri 4.0 dan tantangan society 5.0. ini, diharapkan dapat melengkapi pengetahuan siswa SMAN 2 Pekanbaru yang selanjutnya akan melanjutkan studi di bidang akuntansi.
Sementara itu Dr. Indarti,menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini dapat digunakan sebagai tolok ukur bagi para siswa dalam meningkatkan kompetensinya untuk memenuhi beberapa persyaratan dalam dunia pekerjaan di masa mendatang. Selain itu, edukasi ini juga dapat mempersiapkan strategi siswa dalam mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi akibat hadirnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 khususnya di bidang akuntansi.
“Dari hasil kegiatan edukasi yang disampaikan, hampir seluruh siswa sangat tertarik dengan profesi Akuntan, dan banyak dari siswa tersebut yang akan berusaha untuk memilih Akuntansi sebagai program studi yang akan menunjang karirnya nanti sebagi Akuntan. ” ucap Dr Indarti yang sering memberikan pelatihan ke skeolah dan pelaku usaha ini.(rls.wd)