Dr. Bambang Karyawan Ys: Buku Karakter Melayu Bukti Konsistensi Kepenulisan Griven

91

Acara kemudian dilanjutkan bincang buku yang diawali oleh Dr Bambang Kariyawan Ys. Menurutnya, napas panjang karakter Melayu kembali berdenyut kala Griven H. Putera menghadirkan “Kumpulan Percikan Pemikian Karakter Melayu”. Buku yang ditulis peraih Anugerah Sagang Tahun 2019 melalui bukunya Celana Tak Berpisak ini diterbitkan oleh Penerbit Mejatamu, Februari 2025, x + 346 hlm, ISBN: 978-623-8542-43-7.

Hal itu disampaikan Bambang Kariyawan saat Peluncuran dan Bincang Buku Karakter Melayu karya Griven H. Putera di gedung serbaguna lantai 3 Toko Buku Gramedia Pekanbaru, Sabtu siang (12/04/2025)
“Melanjutkan buku Celana Tak Berpisak, penulis memiliki strategi dalam menghasilkan karya-karya fenomenalnya menuliskan secara istiqomah setiap pekan di media dengan satu tema besar yang telah dipersiapkannya secara matang,” ungkap Bambang.

Buku ini juga membahas tentang karakter pemimpin. “Dari 83 tulisan bila kita cermati muara semua tulisan pada tema besar yaitu “belajar menjadi pemimpin”. Pemimpin untuk diri sendiri dan pemimpin untuk sekelompok umat. Sebanyak 13 tulisan dibuat secara teks tentang bagaimana menjadi pemimpin menurut orang Melayu, selebihnya (70 tulisan) adalah secara tersembunyi menyimpan pesan menjadi seorang pemimpin bagi dirinya sendiri,” ungkap Bambang.

“Ke-13 tulisan menjadi pemimpin bagi sekelompok umat menjadi konsepsi yang sangat perlu direalitikan (dinyatakan) dalam kehidupan kita saat ini. Gerakan mengembalikan “etika menjadi pemimpin” penulis sampaikan melalui pemikiran yang berangkat dari kristalisasi ramuan berbagai referensi yang dibacanya,” tuturnya.

Selain itu, menurut Bambang, penulis (Griven: Red) sepertinya sangat menjaga ritual ibadah dalam agama Islam sebagai momen penting dalam tulisannya.

Bambang juga memaparkan, walaupun buku ini merupakan kumpulan esai dan artikel namun nuansa cerita pendek atau menyajikan tulisan seperti cerita pendek terdapat dalam beberapa tulisan. “Pengaruh diri penulis sebagai seorang cerpenis dapat dilihat pada tulisan berjudul Ramadan Sunyi, Kejutan Kebaikan, Terima Kasih Guru. Penulis sadar atau tidak sadar ingin memberikan cara bertutur yang beda dalam Karakter Melayu. Cara prosa dengan pola bercerita menjadi menarik dalam menceritakan sebuah pesan.”

Di akhir pemaparannya, Kepala SMA Cendana Pekanbaru ini menyampaikan sedikit catatan kecil bila akan diterbitkan menjadi buku berikutnya kaidah swasunting menjadi perhatian serta cover meskipun dirancang menggunakan kecedasan buatan (AI) tetap promt-nya selaras dengan judul dan bahasan dalam buku. Namun bagaimanapun Griven H. Putera telah memberi warna khas dalam dunia literasi di negeri ini dengan komparasinya Catatan Pinggir karya Goenawan Mohamad.

Berita Lainnya

“Tahniah buat Dr Griven.” Tutup Bambang.

Sementara Bunda Anie Din alias Rohani Din menyambut gembira dengan hadirnya buku Karakter Melayu ini juga berbicara banyak tentang kepemimpinan. “Kita ini orang Melayu akan menjadi pemimpin dan menjadi srikandi. Untuk menjadi pemimpin, selain dari bangsa kita bangsa Melayu. Kita mesti pegang satu, kita mesti kuat satu. Yaitu iktikad kita. Yaitu ugama. Orang Melayu ini ugamanya Islam. Kita lakukan apa yang Tuhan suruh, apa yang nabi sebarkan. Insya Allah kita orang Melayu akan dihormati, disanjung di mana-mana. Yang penting itu pertalian kita dengan Allah.” Tuturnya.

“Selain itu, mari cari bangsa Melayu lain di mana saja untuk bersilaturahmi salam bersastra, dan bersastralah untuk bersilaturrahmi. Jadi, bersastralah untuk bersilaturahmi, dan bersilaturahmilah dalam sastra,” pesannya.

Sementara Griven H Putera pada kesempatan itu hanya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang telah berjasa dalam melahirkan tulisan-tulisannya, dan juga berterima kasih kepada pihak toko buku Gramedia dan EMP Bentu Limited yang telah membantu dan menyediakan fasiilitas kegiatan, para panitia, pembincang, penyair dan tamu jemputan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Apa yang disampaikan oleh para pembincang tadi, itulah ihwal buku ini.Yang jelas saya menulis karena diberi amanah, seperti menulis kolom setiap Jumat di lamanriau.com yang diamanahkan oleh Tuan Mosthamir Thalib,” kata salah seorang peraih Anugerah Budaya dari Dinas Kebudayaan Provinsi Riau tahun 2024 ini.

“Buku Karakter Melayu ini adalah kumpulan esai, artikel dan opini yang menggambarkan karakter masyarakat Melayu. Tulisan awal dalam buku ini berjudul Pelayan. Ini menggambarkan masyarakat Melayu yang suka melayani siapa saja dengan tulus di negeri ini. ingat, manusia sejatinya adalah pelayan. Siapa yang mampu memberikan pelayanan dengan baik, maka ia dipandang tinggi dan terhormat. Karakter pelayan penting untuk kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan,” ujar Batin Sibokol-Bokol Rantaubaru ini.

Kegiatan ini disemarakkan dengan pembacaan puisi oleh para penyair kawakan Riau, seperti Jefri Al Malay, TM Sum, Murparsaulian dan Syaukani Alkarim yang diiringi SPN Zuarman Ahmad.

Tampak hadir pada kegiatan ini para tokoh Riau hadir, seperti Abdullah, anggota DPRD Riau, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, Ketua DPH LAM Riau, Plt Kepala Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Datuk H Khaidir Akmalmas, Datuk Fadli, Area Manager EMP Bentu & Korinci Baru Limited, Perwakilan dari MABMI Sumatera Utara, Perwakilan SKK Migas wilayah Sumbagut, Ketua IKA PMI UIN SUSKA Riau, Perwakilan Komunitas Riau Sastra, para pebincang buku, para penyair, mahasiswa, NGO, sejumlah wartawan dan lain-lain.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan