Fadhillah Firza, Juarai Lomba Pantun se Riau

PEKANBARU-TIRASTIMES: Pemantun milenial, Fadhillah Firza akhirnya berhasil tampil sebagai juara pertama Lomba Pantun se Riau yang ditaja oleh Dewan Kesenian Riau- Sultan Resto Pekanbaru. Sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh Delsi Hendria, dan Reza Juanda. Sementara tiga peserta lainnya harus puas di posisi 4, 5, dan 6 yakni Eko Wahyudi, Miftahul Ikhsan, dan Muhammad.

Fadhillah Firza usai acara lomba pantun itu mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan yang diraihnya.

”Alhamdulillah, saya berhasil memenangkan lomba ini. Ini adalah kemenangan kita semua karena pantun sudah menjadi warisan budaya dunia yang baru saja diakui Unesco,” ujar Fadhil.

Fadhil -panggilan sehari-hari merupakan putra dari pasangan Firdaus MA Jabbar-Zaidar yang selama ini cukup dikenal karena aktif dalam acara berbalas pantun dalam berbagai iven. Pernah pula menjadi juara pertama lomba blpantun yang ditaja oleh pengelola Bandara SSK II brberapa tahun silam dan sejumlah ajang lain. Fadhil mewarisi bakat sang ayah, Firdaus yang dikenal sebagai salah seorang pemantun handal di Riau.

Acara lomba pantun se Riau yang digelar seharian Ahad (17/1) diikuti anak-anak milenial dari berbagai daerah dan kalangan. Tahapan lomba ini diawali dengan babak penyisihan, semi final dan final.

Pada putaran final, setiap peserta berhadapan dengan dua peserta lain berdasarkan nomor undian. Tiga finalis dengan nilai tertinggi selanjutnya maju di putaran final untuk saling jual beli pantun di hadapan dewan juri pantun. 

Suasana lomba pantun ini berlangsung seru. Para pemantun tampil lincah dan cekatan saat berbalas pantun yang membuat decak kagum dan tawa para juri dan penonton. Pantun yang dijual seorang pemantun sering membuat pemantun lawan kewalahan. Topik pantun yang dilontarkan terkadang di luar perkiraan yang dapat membuat lawan kalang kabut untuk menjawab pantun yang dijual.

Berbagai gaya dan cara ditampilkan para pemantun yang berupaya tampil prima. Ada yang dapat menjawab panyun yang dijual dengan tepat . Namun ada pula yang berussha mengalihkan jawaban pada materi lain. Akjbatnya sampiran pantun jadi kurang menyambung dengan isi pantun. Tapi justru hal itu menimbulkan gelak tawa di gelanggang pantun.

Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen yang hadir menyaksikan lomba pantun tersebut mengungkapkan rasa gembiranya atas antusiasme generasi milenial terhadap pantun yang baru saja diakui oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (WBTB). (hen)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan