Hari Esok: Puisi Iklima Wulandari

93

Aku duduk terdiam
Menatap jalanan
Orang berlalu lalang
Kuhampiri seorang wanita, Dina.

Kutanya, kenapa wajah kau begitu muram?
Dijawabnya tentang hari esok, hari esok terlalu abu-abu
Aku bingung menanggapinya
Karena hari esok saja belum berjalan.

Tulisan Terkait

Astaga!

Ruang Puisi, 18 September 2025

Iklima Wulandari. Lahir di Pekanbaru, 13 Maret 2005. Mahasiswa semester 5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memiliki hobi membaca novel dan menulis cerita. Tergabung di Community Pena Terbang (COMPETER). Dapat ditemui di IG: @iklima_wulandari

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan