Kamus Sejarah Disusun 2017, Muhadjir Effendy: Itu Urusan Dirjen

JAKARTA – TIRASTIMES : Nadiem Makarim mengatakan kamus sejarah yang menuai kontroversi karena tidak menampilkan sejumlah tokoh disusun pada 2017 atau sebelum dia menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Muhadjir Effendy, yang menjabat Mendikbud pada 2016-2019, mengatakan kamus sejarah merupakan program direktorat sejarah.

“Itu programnya direktorat sejarah, urusannya hanya sampai di Dirjen. Tidak sampai ke menteri,” kata Muhadjir, yang kini menjabat Menko PMK, lewat pesan singkat, Rabu (21/4/2021).

Muhadjir lantas berbicara mengenai penyelesaian Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari. Museum tersebut sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi sejak dua tahun silam.

“Kalau yang melanjutkan penyelesaian gedung Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari, di Jombang memang inisiatif saya atas permintaan almarhum Gus Solah dan mendapat persetujuan Bapak Presiden. Kemudian diresmikan oleh Bapak Presiden, tanggalnya mudah diingat, yaitu 12-12-2018,” kata Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir menyampaikan terkait buku biografi KH Hasyim Asy’ari yang dirilis di era kepemimpinannya. Buku tersebut ditulis melibatkan sejarawan NU.

“Memang waktu saya Mendikbud juga ada penyusunan buku biografi Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam rangka memperingati 106 tahun kebangkitan nasional. Tim penulisnya dipimpin oleh sejarawan NU, KH Agus Sunyoto,” tutur Muhadjir.

Penjelasan Nadiem soal kamus sejarah sebelumnya disampaikan lewat video di akun Instagram miliknya, Rabu (21/4/2021). Nadiem berharap semua pihak menyikapi polemik kamus sejarah ini secara bijak.

“Terkait dengan isu kamus sejarah yang tengah hangat dibahas, kamus sejarah tersebut disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat,” kata Nadiem.

“Karenanya di bulan yang suci ini, alangkah baiknya kita menyikapi permasalahan dengan akal sehat, kepala dingin, dengan solusi,” sambungnya.

Meski kamus sejarah itu disusun sebelum era kepemimpinannya, Nadiem mengambil langkah terkait kontroversi ini. Dia meminta kamus sejarah itu diperbaiki.

“Begitu saya mendengar isu ini, walaupun terjadi sebelum saya menjabat, maka saya Mendikbud langkah konkret, menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi,” ungkapnya.

Nadiem memerintahkan tim Kemendikbud melakukan penyempurnaan kamus sejarah. Penyusunannya juga harus cermat dan melibatkan banyak pihak.

“Saya memohon restu agar kamus sejarah yang belum pernah dimiliki negara ini dapat kita lanjut sempurnakan bersama agar bermanfaat untuk semua,” kata dia.

Seperti diketahui, dokumen ‘kamus sejarah’ itu beredar secara daring dan ramai dibahas beberapa waktu terakhir. Padahal, kamus sejarah itu belum pernah diterbitkan Kemendikbud.

Kontroversi muncul karena tak ada sosok KH Hasyim Asy’ari di kamus sejarah itu. Selain KH Hasyim Asy’ari, nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak ada dalam kamus itu. (hs/dtk)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan