

PEKANBARU – TIRASTIMES : Perkembangan kota metropolitan Pekanbaru yang semakin lama semakin dinamis, sebagai pusat pertumbuhan perdagangan dan jasa, pusat perkantoran dari banyak perusahaan nasional dan pusat pendidikan dari level terendah sampai perguruan tinggi, mau tak mau akan menyebabkan terjadinya pertemuan dan interaksi banyak nilai budaya.
“Budaya agraris berhadapan dengan budaya industri, budaya biroraksi bertemu dengan budaya korporasi, budaya Melayu pun bertemu dengan budaya lainnya,” kata Ketua LAMR Kota Pekanbaru Dato Muspidauan, S.H., M.H.
“Kesemuanya itu akan merupakan tantangan tersendiri bagi warga kota. Visi dan misi kota Pekanbaru, yang bernuansa relijius dan bertamaddun Melayu, tentu saja harus diikhtiarkan terus menerus, agar dia menjadi budaya payung bagi semua aspek kehidupan warga, dengan tetap mengutamakan saling hormat-menghormati identitas yang ada,” tambahnya.
Untuk itu, Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, akan mengajak semua pihak yang peduli, bagi tumbuhnya wajah tamaddun Melayu bagi kota ini, untuk bersama-sama membangun kota ini, sehingga menjadi kota yang berbudaya,” himbaunya.
Pokok-pokok pikiran di atas, dikemukakan oleh Ketua LAMR Kota Pekanbaru, Dato Muspidauan, S.H., M.H. di Gedung LAMR Kota Pekanbaru, Jalan Senapelan, menjawab pertanyaan Tirastimes, setelah diadakannya pertemuan antara LAMR Kota dengan Ketua BKKI (Badan Kerjasama Kesenian Indonesia) Wilayah Riau, Dr. Husnu Abadi, beberapa hari yang lalu.
Lebih lanjut Ketua LAMR Kota menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan dengan para aktifis kebudayaan, organisasi kesenian ataupun mereka yang peduli dengan situs Senapelan, untuk menjajagi kerjasama yang dimungkinkan.
“Bahkan kompleks gedung Lembaga Adat Kota ini, sangat terbuka untuk dimanfaatkan bagi terlaksananya kegiatan dimaksud. Dari kegiatan pertunjukan seni tari dan teater, seni suara, baca puisi ataupun seminar, ataupun pelatihan bagi anak-anak muda untuk keahlian tertentu, sangat dimungkinkan diadakan di kompleks ini. Agaknya selama ini, dikesankan bahwa gedung LAMR Kota ini, sangat tertutup dan terisolir bagi serangkaian kegiatan seni budaya ataunpun kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini ke depan, haruslah dilakukan perubahan” katanya, yang didampingi oleh Sekretaris LAMR Kota Bambang Irawan, S.E.
Sementara itu Dr. Husnu Abadi menyambut baik ajakan dari Ketua LAMR Kota ini, dan menyatakan bahwa bulan ini, sudah dapat dimulai serangkaian acara kebudayaan, khususnya dalam menyambut ulang tahun Kota Pekanbaru menyambut hari ulang tahun ke 237, 23 Juni 1784- 2021.
Paling tidak pada tanggal itu, ada pertemuan terbatas diantara para cendekiawan, budayawan, seniman untuk melakukan refleksi tentang perjalanan kota ini.
Ketika ditanyakan, apakah kegiatan itu akan mengundang kerumunan yang sangat tidak tepat diadakan pada situasi ini, Husnu Abadi menjawab bahwa kemungkinan acara ini dapat diadakan secara daring (on line) dan mungkin juga secara luring (offline) ataupun secara campuran (hs).