Mengingat R.A. Kartini, Perempuan Sejati: oleh Shafwan Hadi Umry

11

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra Utara bekerjasama dengan Satupena Sumatra Utara menyelenggarakan “Parade Baca Puisi Profesor & Doktor” 27 perempuan Sumatra Utara dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta untuk memperingati Pahlawan Perempuan Indonesia R.A. Kartini bertepatan pada 21 April 2026.

Acara ini bertujuan untuk mengenang kembali Jejak Literasi R.A. Kartini yang dianggap berjasa bersama para perempuan Indonesia dalam membangun pencerdasan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Dalam buku legendaris R.A. Kartini yang terkenal “Habis Gelap Terbitlah Terang” Dekan FIB USU Prof.Dr.Thyrhaya Zein, M.A. menjelaskan secara singkat tiga kutipan dari surat-surat RA Kartini yakni; Pertama makna: filosofi hidup Kartini. Yaitu Gelap berarti kebodohan, keterkungkungan adat, ketertindasan perempuan. Terang bermakna ilmu, kemajuan, kebebasan. Kartini yakin perubahan pasti datang asal kita mau berjuang dan belajar. Kutipan ini menjadi inspiratif semangat emansipasi sampai sekarang.

Kedua, Kartini menganjurkan sekaligus memohon agar diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya…”

Pemaknaan sikap emansipasi ini menurut Kartini tidak anti terhadap laki-laki. Dia minta pendidikan supaya perempuan jadi pendamping yang cerdas, ibu yang baik, dan manusia seutuhnya.

Pada zamannya yang bernada revolusioner, Kartini meluruskan salah paham bahwa emansipasi bukanlah diaksudkan untuk melawan laki-laki . Tujuan beliau agar perempuan Indonesia bisa berdiri sama tinggi, dan bukan menjadi musuh bagi kaum lelaki.

Pemaknaan ketiga agar kaum perempuan cerdas dan bijak seperti dikatakannya, “Adakah di dunia ini yang lebih suci daripada panggilan ibu? Dan perempuan yang menjadi ibu itu harus cerdas pikirannya” Kartini mengaitkan pendidikan perempuan dengan kualitas generasi bangsa. Ibu cerdas akan melahirkan anak bangsa yang cerdas.

Maklumat perempuan yang disuarakan Kartini berdasar pada argumen yang jitu dalam konteks zamannya. Dia “menjual” ide emansipasi lewat nilai yang dihormati semua orang: untuk memajukan bangsa.
Sebuah puisi untuk mengingat R.A. Kartini diturunkan di bawah ini:

Berita Lainnya

Sang Wanita Pelopor
Kpd R.A. Kartini
Oleh Shafwan Hadi Umry

“Apa yang benar, adalah benar.
dan yang adil tetap adil.
dalam pendidikan dan peradaban,
Kami ingin setara dengan Eropa.
Hak yang kita tuntut untuk diri sendiri, harus kita berikan juga
kepada orang lain.”
(Demikian surat untuk Stella Zeehandelaar,ditulis
tigabelas Januari 1900)

kini wanita Indonesia telah membangun dirinya
atas marwah dan berkah Allah Mahakuasa
menjadi kaum cerdas dan bijaksana
sebagaiman engkau maklumatkan
kepada kaum pribumi
gelap berarti kebodohan
terang bermakna ilmu, kemajuan dan kebebasan

wahai pelopor perempuan sejati
kini wanita dan kaum pria
membangun pendidikan dan budipekerti
menjadi pendamping lelaki
mengantarkan anak Indonesia
meraih cita-citanya

“emansipasi bukanlah melawan laki-laki
Tapi berdiri tegak sama tinggi
Menjunjung ibu pertiwi”

“Adakah di dunia ini yang lebih suci
daripada panggilan ibu pertiwi?’
Merawat putra-putri tercinta
Dalam kasih sayang-Nya
Dalam pengasuhan wanita perkasa
Wanita Indonesia

(Medan, 21 April 2026/Shafwan Hadi Umry)

Sebagai penutup singkat R.A, Kartini lahir 21 April 1879 di Jepara (jJwa Tengah) dan meninggal dunia 17 September 1904 dalam usia 25 tahun setelah melahirkan anak pertamanya.

*Penulis adalah Ketua Satupena Sumut

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan