Tak dirasa sengitnya cuaca panas, tampak bayangan nyata sibuk memainkan kayu, menyorok biji-bijian sambil bergendang mengikuti alunan musik, kolaborasi hentakan kayu melenggang di atas bak terbuka.
Siang makin menganga, ubun-ubun menguap membentuk molekul air, hujan pun tiba walau tiada petir, curahan peluh dari lempengan dahi menyirami bibir yang dilanda kekeringan.
Walau kulit terbakar, semangat membara berburu terik matahari, memanasi butir-butir padi dari endapan tetes embun, mulanya bernada ketipung, kini bernada ritmis nan gemrisik, semula berbalut keemasan kini berubah putih disebut”beras”.
Jember, 22 April 2025
Ana Lailatul Fauziah. Lahir dan tinggal di Jember. Dia seorang ibu dari enam anak ganteng dan satu anak cantik. Tidak ada yang spesial, ia terus memberikan kesempatan untuk berkontribusi positif pada masa depan, mengembangkan potensi anak, dan terus belajar serta berinovasi.