Perguruan Silat 21 Hari Pekanbaru

Perguruan Silat 21 Hari

Oleh : E. Adi KIN Anam

Bismillah,

Dengan Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala Bahwa silat 21 hari yang merupakan beladiri warisan dengan pelajarannya yang berdasarkan pada keImanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sesuai dengan ajaran Agama Islam, dikembangkan dan dilestarikan sebagai usaha membina dan melestarikan budaya bangsa.

Sehubungan dengan hal tersebut perguruan silat 21 Hari yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Tuan Guru Muhammad Judo Al Qosim dari Tanah Putih, Bengkalis-Riau. Kemudian terus dikembangkan oleh Datuk Syech Muhammad Leba sebagai Guru Besar dari Desa Rangau, Kec Rantau Kopar ( Tanah Putih), Rokan Hilir, Indonesia.

Perguruan silat ini memiliki 21 gerak dasar silat dan harus diselesaikan mempelajarinya selama 21 malam berturut-turut. Setelah melewati 21 malam, diadakan acara malam penamatan. Kemudian 2 kali seminggu akan dilakukan mempertajam gerakan dan pengembangan (pecahan silat/bola-bola).

Perguruan ini telah berkembang di Pekanbaru dengan Guru Besarnya bernama Khalifah Zainun ‘Cigin’ Mainin (Alm, Wafat 19 Oktober 1997), beliau adalah salah satu murid utama dari Datuk Syech Muhammad Leba ( Alm). Oleh Guru Besar Khalifah Zainun ‘Cigin’ Mainin, silat 21 hari ini dikembangkan lagi dengan memperkuat langkah (kotak-kotak) dan mempertajam sambut tikamnya (tentu hal ini sudah mendapat izin dari Guru beliau, Datuk Syech Muhammad Leba).

Sekarang Silat 21 Hari ini diteruskan oleh anak beliau yang bernama Tuan Guru Khalifah Tafiardi Zainun, B.Sc. dengan lokasi Gelanggang sllat di JL. Imam Munandar, Tengkerang selatan, Pekanbaru.

Perguruan ini juga memiliki Gelanggang Silat di Kec. Payung sekaki dengan gurunya bernama Tuan Guru Abu Yamin. Perguruan Silat ini terus mencoba membudayakan gerakan silat ini untuk para remaja atau generasi muda. Sehingga silat bukan hal tabu tapi budaya negeri yang harus lestari. Aamiin

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan