Pucuk Kata : 1. Tangan, 2. Pagi Dipuncak Teratas, 3. Sebentar Lagi

TANGAN
Karya :  Anindita Sekarsari P, siswa SMA Cendana Pekanbaru



Potongan pertama
dan ia nelangsa

Jari anak adamyang kejam
Yang patut dirajam

Potongan kedua
Dan ia makin murka

Tak kenal kasta tak kenal siapa
Tak kenal kapan ia gila
Telinganya mati
Dan kau pikir doamu didengar lagi?

Di tengah serunya terselip lara
terlambat isaknya
Memelukmu lama
Kau baik saja?
Kata itu harapnya
Tapi sirna

Sadarlah hamba
kalian maknanya

Tidakkah jera menepukmu pelan?
Tidakkah iba membangunkan?
Tidakkah hina melenyapkan?

Ketahuilah

Potongan ketiga
Dan ini waktunya binasa

PAGI DI PUNCAK TERATAS
Karya : Syifa Alisya, siswa SMA Cendana Pekanbaru



Menapak
Hamparan luas
Serat-serat awan
Memayungi puncak-puncak
Mentari menembus di antara
Memantul menyemburkan semburatnya
Merah remang
Tak terungkapkan
Penciptaku
Inilah hadiah terindah
Hadiah terindah
Bagi diri dan jiwa
Cukup bagi hidupku
Tuk menikmati Karya-karya-Mu
Sungguh baik nian Engkau padaku
Ku yakin
Dikau semua
Rasakan juga indahnya
Oh, kuyakin
Namun, dikau kerap tak mau berbuat lebih
Demi kelangsungan indahnya

SEBENTAR LAGI
Karya : Stella Elysia A, siswa SMA Cendana Pekanbaru


Bagian dirinya yang diambil terus-menerus
Diambil tanpa bersalah
Banyak manusia yang beralih muka
Ada juga yang menyebut diujung lidah
Mau sampai kapan?
Sampai kapan kita akan sadar
Sadar akan keindahan yang selalu kita rusak
Dia sudah merana
Karena kita semena-mena
Ingat, waktu kita tidak banyak
Sebelum keidahnnya sirna
Dan dia tutup usia

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: 
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan