Puisi Husnu Abadi : Terkenang Aku Akan Seorang Kiyai

70
Foto stok gratis acara, agama, bisnis
Tulisan Terkait
Berita Lainnya


TERKENANG AKU AKAN SEORANG KIYAI 


Terkenang aku akan seorang Kiyai
setiap sore memberi pengajian dan keteladanan
ada ayat pendek dan ada ayat panjang 
ada soal kebersihan
ada soal keimanan
belasan santri menghapal ayat-ayat Juz Amma
ada yang mudah menghafalnya
ada yang hanya pandai mengeja-eja
sampai suatu ketika terhenti di surat Al Maun
sang kiyai hanya mengulang-ulang
sang santri juga mengulang-ulang
sang kiyai menafsirkannya
sang santri mendengarkannya
seolah-olah tidak ada masalah
seolah-olah semuanya akan masuk surga
maka tibalah kebosanan
maka tibalah pengulang-ulangan
sampai suatu saat
sang santri melakukan protes
protes yang disampaikan dengan santun

Pak Kiyai, kaji telah kami hapalkan
dan sudah sangat hapal
tafsirnyapun kami dah tahu
tak ada lagi yang tersembunyikan
mengapa kaji tak ditambah-tambah
sehingga kami ini merasa lelah?

Pak Kiyai pun mendehem
tak lama-lama
dan katanya

ya pengajian akan aku hentikan
di surat Al Maun
kalian hapal semua
kalian tahu semua
apa arti dari surat itu

tapi itu tak cukup
menghantarkan kita 
ke pintu surga
jangan-jangan bukan pintu itu
yang kalian temukan
tapi pintu yang lain

haa? pintu yang lain?
mengapa bisa menjadi begini, pak kyai?
mengapa bertahun kami mengaji
bertahun kami ikuti pak kyai
hanya membuahkan hasil
memperoleh pintu Api belaka?

Kalian memang sudah paham
itu tak kuragukan lagi
tetapi
kalian hanya paham
tapi tak pernah mengamalkan 
kalian hanya pandai mengaji
tapi tak pandai menemukan arti
bahwasanya tempat neraka itu
bagi orang yang melupakan sholatnya
yaitu yang menelantarkan orang-orang miskin
dan orang-orang yang kelaparan
mereka telah mengepung semua mushalla 
dari semua penjuru dunia 

Kampus UUM, 6 Juni 2013

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan