Puisi Husnu Abadi – Ada Tiga Makam di Mesjid Munawarah

Husnu Abadi

FOTO ITU TELAH DITEMUKAN
/mengenang guru Mr. Nazar Said

Setelah bertahun-tahun dicari
Akhirnya foto itu ditemukan
Foto tentang dirimu
Ketika masih muda dan bercahaya
Ketika rambut masih hitam penuh pesona
Dan kini telah dipajang di dinding
Ruang sidang istimewa
Yang serba guna
Alangkah sempurnanya

Tahun-tahun enam puluhan
Ketika kelas-kelas ini disiapkan
Engkau bagaikan sagang
Bagi sebuah rumah
Sangat kokoh
Penuh perjuangan

Sekitar empat puluh tahun
Engkau berlayar bersama
Dalam duka dalam suka
Engkaupun akhirnya
berlayar lebih awal
menuju pelabuhan keabadian
Tanpa aba-aba
Dan kami pun hanya menghantarkan
Sembari berdoa

Allohummaghfirlahu
Ampunilah

Pekanbaru
2003

Husnu Abadi


ADA TIGA MAKAM DI HALAMAN MESJID MUNAWARAH

Ada tiga makam yang berdampingan
Di halaman timur mesjid kampus ini
Setiap tahun selalu ada ziarah bersama
Mengenang jasa dan pengabdian
Mengingat kepedulian dan keikhlasan
Mendoakan perjalanannya
Di dunia sana
Semoga Allah memberikan ampunan

Ada tiga makam berdampingan
Di sebelah timur mesjsid ini
Ada yang berumur tiga puluhan tahun
Dan ada pula yang lebih muda
Semuanya sungguh sederhana

Seorang mahasiswa bertanya
Apakah mereka semuanya pendiri ?

Seorang penjaga makam tertegun sejenak
Dan secara terbata-bata ia berkata
Seorang darinya memanglah pendiri
Sangat sederhana dan ikhlas
Dan rela berkorban
Buya Haji Zaini Kunin namanya
Yang kedua, adalah seorang Rektor
Rektor pertama kampus ini
Pendobrak untuk kemajuan
Tak kenal lelah
Selalu berkobar-kobar semangatnya
Pak Haji Rawi Kunin namanya
Yang ketiga seorang pimpinan yayasan juga
dosen hukum yang dalam ilmunya
memang lebih muda
lebih banyak berbuat dari berkata-kata
Haji Ramli Zein namanya

Sang mahasiswa pun tersenyum
Dan berjalan menuju makam
Untuk meletakkan sebuah karangan bunga

Sembari membaca Yasin dengan perlahan
Ketika senja dah mulai tiba

Pekanbaru, September 2019

Biodata HUSNU ABADI
Adalah salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia, yang menyatakan HPI adalah 26 Juli. Pada 2015, menerima penghargaan Yayasan Sagang (ANUGERAH SAGANG) kategori Seniman/Budayawan Pilihan Sagang. Sebelumnya, 2014, menerima Z. Asikin Kusuma atmadja Award dari Perhimpunan Penulis Buku Hukum Indonesia (ketua Prof. Dr. Erman Raja gukguk S.H.), di Pascasarjana UI Jln. Salemba, Jakarta. Pada 2007, menerima penghargaan Seniman Budayawan Pilihan Lingkaran Seni Drama DuaTerbilang (LDT) Universitas Islam Riau. Lautan Zikir (UIR Press 2004), merupakan kumpulan puisi tunggalnya yang ketiga setelah Lautan Kabut ( UIR Press, 1998) dan Lautan Melaka (UIR Press, 2002), Lautan Rinduku, Taj Mahal (2020), sedangkan Di Bawah Matahari, 1981 dan Matahari Malam Matahari Siang, 1982, ditulisnya bersama Fakhrunnas MA Jabbar. Buku eseisastra: Ketika Riau, Aku Tak Mungkin Melupakanmu (UIR Press, 2004), serta Leksikon Sastra Riau(UIR Press-BKKI Riau, 2009) bersama M. Badri. Kini masih menjabat Ketua BKKI (Badan Kerjasama Kesenian Indonesia) Provinsi Riau
Dilahirkan di Majenang, 1950, dan sejak 1985 menjadi pensyarah pada Fakultas Hukum UIR dengan jabatan akademis terakhir Associated Professor bidang Hukum Tata Negara. Alamat: Jln. Kelapa Gading 20, Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru-Riau. (E-mail :mhdhusnu@law.uir.ac.id

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan