Puisi Lisma Tarianbutar

KALI ASWAD

Hitamnya suraiku, lebih hitam kali itu

Santiran pun tak bisa aku lihat

Plantae, Animalia bersaing mencari nutrisi

Sinar mentari enggan menyapanya

Hawa busuk melintas di depanku, aku tutup lubang hidung

Seorang bocah dengan santai buang sampah

Ramai-ramai si sampah berenang dengan senang

Hitamnya masa lalumu, lebih hitam sungai itu

Air cemar menyakiti organisme

Itulah polusi air yang merebak sampai ke hilir kali

Jelah kan kali

Buang sampah tak sembarang tempat

Buang feses tak sembarang tempat

Jelah kan kali

Tempat bercanda para makhluk ciptaan-Nya

Bogor, 10 November 2021


JEJAK RINDU

Ini malam kelam

Air mata menderas di pipiku yang pualam

Dari pelupuk mata turun ke hati

Ada jejak rindu, tak pernah mati

Doa-doa menyelinap di tiap sungkur panjangku

Barangkali nanti jelang pagi, kau akan datang di bunga tidurku

Wajahmu membias sampai ke retina

Lalu menembus bintik kuning

Kulihat separuhmu dalam mataku

Separuhnya lagi entah,

Mungkin berada di nirwana

Tanganmu melambai, kau ajak aku menuju damai

Dulu, sering kupandang fotomu

Suatu ketika ia hilang, kenangannya ikut hanyut di air beriak

Aku pun terselap

Maaf, aku tak bisa bersama

Barangkali rinduku terkikis?

Menjadi jejak-jejak kenang

atau bisa jadi tak berbekas

Bogor, 13 November 2021


MISTERI CINTA

Kau dan aku duduk

Membisu, memendam rasa

Senja merangkak malam

Bintang malu-malu memberikan cahayanya

Angin semilir menerpa wajah

Gerimis datang tanpa diundang

Kau dan aku masih membisu

Tak kusangka kau serahkan  sepucuk surat merah hati

Kau berlalu dari hadapanku

Kau hilang ditelan gelapnya malam

Lalu aku cari di antara tumpukan kata-kata di surat

Semua sia-sia

Aku pun berlalu memendam misteri cintamu

Bogor, 13 November 2021


Delisma Anggriani Butarbutar lahir dan besar di Sumatera Utara 46 tahun yang lalu. Ibu yang berprofesi sebagai guru IPA ini, mempunyai hobi menulis. Ia mempunyai nama pena Lisma Tarianbutar. Ia belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS). Ia termasuk peserta yang lolos Karantina II Anugerah COMPETER 2022, sebuah ajang sastra yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2022 mendatang. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) – Indonesia. IG: @delissss_04

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan