Puisi : Tempuling – Karya Rida K Liamsi

Tempuling

Sebatang tempuling tersadai di gigi pantai
sehabis badai
Seorang bocah menemukannya
sehabis sekolah
: Tuhan
Siapa lagi yang kini telah menyerah!

Tak terlihat tanda-tanda
Tak tercium anyir nasib
Tak tercatat luka musim
Kecuali tangis ombak
Pekik elang
yang jauh dan ngilu
di antara cuaca
dan gemuruh karang

Sebatang tempuling tersadai di gigi pantai
sehabis badai

Seorang bocah menatapnya
penuh gelisah

: Tuhan
Diakah kini yang telah menyerah?
telah kalah?

: Tuhan
Dia memang telah berbisik

Pindahkan pancang
sebelum pasang

Hatiku memang telah terusik
ketika sehelai waru
guru
lesap
lewat tingkap
tersuruk
di antara tungku
menunggu gelap

Sebatang tempuling tersadai di bibir pantai
sehabis badai
Seorang bocah merasakan pelupuk nya
telah basah

: Tuhan
Bawalah seorang menemukan nya
menguburkan nya di antara pantai
memberikan nya satu tanda
dan jangan biarkan arus
membawanya jauh ke lubuk dalam
yang akupun tak tahu
di mana akan kutuliskan
rinduku

[1982/1996/2000]

Tentang Rida K Liamsi
Rida K Liamsi jika dibaca dari belakang (kanan ke kiri) maka akan muncul nama Ismail Kadir. Itulah nama sebenarnya dari penyair ini. Juga pernah menggunakan nama pena Iskandar Leo. Lahir di Dabosingkep, Provinsi Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Pernah menjadi guru Sekolah Dasar, sebelum terjun menjadi Jurnalis. Delapan tahun jadi wartawan Tempo, lima tahun di harian Suara karya, kemudian ke Riau Pos, hingga menjadi CEO Riau Pos Group (RPG). Kumpulan puisinya: Ode X (1971) dalam bentuk stensilan, Tempuling (2003). Novelnya Bulang Cahaya (2007). Kumpulan puisinya yang terbaru Rose. Mendirikan Yayasan Sagang, di mana sejak 1997 telah menerbitkan Majalah Budaya Sagang. Dan setiap tahunnya, sejak 1996, memberikan penghargaan kepada Seniman dan budayawan, karya-karya budaya, institusi budaya, penelitian budaya serta jurnalisme budaya yang bernafaskan budaya Melayu, yang diberi nama Anugerah Sagang.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan