Puisi Rida K Liamsi : Catatan di Sebuah Makan Siang

Catatan di Sebuah Makan Siang

Aku telah menurunkan kalender dari dinding
Menyimpan ingin dan ingatan dalam laci kehidupan
Takdir memang bukan milik kita
Tak dapat dikalahkan dengan kata kata
Walau tetap tersisa mimpi
Karena dia hidup dan jadi puisi
Jadi rahasia dan membeku bersama waktu

Sesekali ketika makan siang
aku kembali menyaksikanya berdenyar di kilatan mata arwana ku
Membayangkan jejak harap dan angan
Yang diketepikan
Terasa makan siang dengan menu kekalahan
Yang ditelan terasa bagai racun Dalam gumpalan nasi dan duri ikan
Ada rasa pahit dalam suapan menyertai kudap dan warna lampu ruang
Sementara desir mesin pendingin seperti suara ejekan : kau rasakan betapa sakit rindu yang kau pendam dalam kata kata.

Puisi adalah catatan cinta yang tertunda dan memerlukan jurubaca yang lain untuk menafsirkan pedihnya.

Tentang Rida K Liamsi
Rida K Liamsi jika dibaca dari belakang (kanan ke kiri) maka akan muncul nama Ismail Kadir. Itulah nama sebenarnya dari penyair ini. Juga pernah menggunakan nama pena Iskandar Leo. Lahir di Dabosingkep, Provinsi Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Pernah menjadi guru Sekolah Dasar, sebelum terjun menjadi Jurnalis. Delapan tahun jadi wartawan Tempo, lima tahun di harian Suara karya, kemudian ke Riau Pos, hingga menjadi CEO Riau Pos Group (RPG). Kumpulan puisinya: Ode X (1971) dalam bentuk stensilan, Tempuling (2003). Novelnya Bulang Cahaya (2007). Kumpulan puisinya yang terbaru Rose. Mendirikan Yayasan Sagang, di mana sejak 1997 telah menerbitkan Majalah Budaya Sagang. Dan setiap tahunnya, sejak 1996, memberikan penghargaan kepada Seniman dan budayawan, karya-karya budaya, institusi budaya, penelitian budaya serta jurnalisme budaya yang bernafaskan budaya Melayu, yang diberi nama Anugerah Sagang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. MH ABADI mengatakan

    Iskandar Leo …
    Rida K Liamsi
    ISMAIL Kadir

    adakah nama pena yang lain ?