

ESQ
Emotional Spiritual Quotient
The ESQ Way 165
1 Ihsan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam
Karya Ary Ginanjar Agustian
Jumlah halaman 420 halaman
Kata orang, semakin tua, terkadang manusia kembali menjadi seperti anak-anak. Bertingkah laku kekanak-kanakan, dan gampang tersulut emosi. Namun di sisi lain, banyak juga orang yang semakin tua, bertambah bijak. Melalui pemahaman alam sekitar, pengalaman, dan banyak belajar, mereka menjadi pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas dalam mengelola emosi dan spiritualnya.
Berbicara mengenai kecerdasan emosional dan spiritual, ada satu bacaan yang bagus banget untuk dibaca, dipahami, dan diaplikasikan dalam kehidupan.
“Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spritual (ESQ-Emotional Spiritual Quotient) The ESQ Ways 165, 1 Ihsan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam” karya Ary Ginanjar Agustian.
Buku yang dibeli, saat si sulung Dhio dan kembar Reres dan Qiqi, di kelas 2 dan 1 SD di Pengalihan Keritang. Buku yang sangat disukai oleh alm. Abah Sabri bin H. Darmawi rahimullah, dimana beliau membaca sambil mencatat intisari dari isi bacaan yang beliau baca.
Buku yang dibeli, saat NIP masih ‘132’ ini berjumlah 420 halaman, dimulai dengan prolog yang mengutip quote dari BC Gorbes “Ukuran tubuhmu tidak penting. Ukuran otakmu cukup penting. Ukuran hatimu itulah yang terpenting“. Hal ini menyiratkan bahwa kebesaran hati dalam menyikapi masalah dan kehidupan, serta kepandaian dalam mengelola emosi dan spiritual lebih bernilai dibandingkan dengan otak yang cerdas atau ukuran tubuh seseorang. Kemampuan untuk mengubah kebiasaan dalam berpikir dan merasa.
Pendekatan spiritual kognitif ini ada dalam prinsip 165 (1 Ihsan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam) Prinsip 165 itu sendiri merupakan pondasi yang menjadi dasar berpikir baru, yang menguatkan tiap orang dengan dasar pengetahuan tentang hidup dan unsur-unsurnya seperti leadership principle, self control and collaboration, dan sebagainya.
ESQ model 165 terdiri dari tiga bagian yakni, bagian satu mengenai (Zero mind process) penjernihan emosi, bagian kedua (mental building) membangun mental dengan enam prinsip moral berdasarkan rukun iman, dan bagian ketiga adalah (personal and social strength) ketangguhan pribadi dan sosial dengan lima langkah sukses.
Di buku ini juga dibahas mengenai asal usul penciptaan alam semesta, teori big bang, dsb.nya. Membaca buku ini perlu pemahaman yang mendalam karena terasa rumit jika dibaca sekali saja. Perlu pengulangan demi pengulangan untuk lebih memahaminya terutama bagi saya sendiri. Namun dari buku ini kita bisa belajar banyak, bagaimana caranya menggabungkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Memiliki kesadaran diri, mengetahui apa yang menjadi nilai dalam hidupnya, apa yang dia percayai, dan apa yang memotivasinya. Mampu mengatasi masalah sesuai prinsip dan keyakinan yang dipegangnya.
Semoga kita bisa menjadi insan yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual, disamping kecerdasan intelektual. Menjadi makhluk yang benar-benar utuh secara intelektual, emosional dan spiritual.