200 Satupena Turut Hadir

JAKARTA- Ketua Panitia RUA Satupena, Aji Suleiman menjelaskan semua dokumen pembahasan sudah disampaikan secara publik sejak seminggu lalu, termasuk draft AD, pencalonan formatur, dan LPJ Ketum. Dengan demikian setiap anggota dapat membaca dan memverifikasinya lebih awal.

Rapat Umum Anggota (RUA) Satupena digelar siang ini, Minggu (15/8). Semua hal terkait ruang virtual, peralatan komunikasi Zoom, semua dokumen t sudah dipersiapkan. Acara RUA nanti digelar lewat Zoom mulai pukul 13.30 WIB.

Aji Suleiman selanjutnya mengungkapkan sampai siang ini sudah terdaftar peserta sebanyak 185 anggota yg memberikan konfirmasi baik hadir langsung ataupun memberi kuasa. Jumlah ini pasti terua bertambah memjelang acara dimulai nanti.

” Anggota Satupena sudah daftar sekitar 200 orang dalam rapat umum,”Kata Aji Sulaiman

Sementara Ketum Satupena Nasir Tamara mengatakan, acara RAU Satupena pertama ini akan diisi dengan rangkaian acara seperti Laporan Pertanggjawaban Kegiatan dan Keuangan Pengurus periode 2017-2021, Pemilihan Dewan Formatur, Pembacaan Puisi oleh Presiden Penyair, Sutarji Calzoum Bachri dan Pengumuman Penerima Anugerah Satupena Tahun 2021.

“Jumlah peserta yang hadir nantinya bisa di atas 200 orang karena proses pendaftaran dan konfirmasi peserta masih terus dibuka. Apalagi kebiasaan orang kita, semakin menjelang acara semakin rapat untuk hadir,” kata Nasir Tamara.

Presiden Penyair, Sutarji Calzoum Bachri menyatakan kesiapan untuk hadir dan bakal membacakan puisi sesuai permintaan panitia.

“Insyaallah, aku hadir secara virtual utk membacakan sejumlah puisiku,” ucap Sutardji yang baru saja menerbitkan buku puisi terbarunya berjudul ‘Kecuali,”

Salah seorang peserta, Prof. Azyumardi Azra yang juga penulis senior dan cendekiawan terkenal menyatakan bergembira bisa menghadiri iven penting Satupena ini. Keberadaan Satupena memberi harapan dalam banyak hal tetkait dunia kepenulisan dan penerbitan buku serta hak-hak penulis yang perlu diperjuangkan di negeri ini.

“Saya mau menghadiri acara ini karena inilah Satupena yang legal dan konstitusional. Semoga RUA Satupena ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi anggota dan dunia kepenulisan Indonesia ” ucap Guru Besar UIN Syahid, Jakarta yang sudah menerbitkan 40an buku sejarah, keagamaab, politik dan humaniora ini.

Dalam acara RUA Satupena ini ada hal menarik dengan tampilnya baca puisi, Presifen Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri.***

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan