

1 Januari 2026
Hari pertama di tahun 2026.
Tidak banyak yang aku kerjakan.
Jordy dan Natasha juga beristirahat.
Kami sedang menyiapkan diri
untuk perjalanan ke Laos
Naik kereta malam ke Nong Khai.
Tapi ada yang menarik,
aku kedatangan tamu.
Namanya: Enra.

“Sebetulnya nama saya ‘Erna’.
Tapi pencatat sipil salah tulis.
Jadilah ‘Enra’ sampai sekarang.
Tapi nama penaku ‘Enra Lazua’.
Tau nggak kenapa?
Karena aku nge-fans sama novel
Mas Gong: Labirin Lazuardi.”
Enra datang menemuiku
di hotel Green House, Khao San,
Bangkok. Di pagi hari. Membawa sarapan.
Tadinya aku yang akan menemui Enra.
Di kampung Jawa.
Enra sudah 4 tahun menetap di Bangkok.
Bekerja di perusahaan Amerika.
Di bidan IT. Padahal S2 dia
di Sustainable Tourism di Bangkok.

Menurut Enra, “Pariwisata Bangkok bisa unggul
karena dampak keberlanjutan kepada masyarakat.
Tidak hanya dinikmati oleh pengusahanya saja.”
Hal itu yang menyebabkan banyak preman
di lokasi wisata.
Kami sarapan berdua. Di hari pertama 2026.
Enra diam-diam sedang membangun pariwisata
di kampung halamannya: Banjarnegara.
“Pariwisata di Indonesia belum terintegrasi
Terutama dengan akses transportasinya.”
Begitulah hari pertama.
Di bulan Januari 2026.
Enra pulang.
Aku menyiapkan diri untuk ke Laos.
Di kamar Green House Hotel,
Jordy dan Natasha sedang mengepak ransel.
Jordy sudah membuat 2 video Reel
juga 2 catatan perjalanan.
Natasha juga sudah membuat 1 video Reel.
Aku sendiri sudah menulis 3 esai perjalanan;
LGBT di dalam Sastra, Tidak Ada Kartu Pos Saat Traveling, dan Oase di Khao San yang Hedon.
Rencananya masing-masing menulis buku perjalanan.
Bangkok akan kami tinggalkan malam ini.
Kami akan naik kereta malam menuju Nong Khai.
Gol A Gong
Traveler, Author
#literacyjourney
#golagong
#traveler
#travelwriter
1 Januari 2026
Hari pertama di tahun 2026.
Tidak banyak yang aku kerjakan.
Jordy dan Natasha juga beristirahat.
Kami sedang menyiapkan diri
untuk perjalanan ke Laos
Naik kereta malam ke Nong Khai.
Tapi ada yang menarik,
aku kedatangan tamu.
Namanya: Enra.
“Sebetulnya nama saya ‘Erna’.
Tapi pencatat sipil salah tulis.
Jadilah ‘Enra’ sampai sekarang.
Tapi nama penaku ‘Enra Lazua’.
Tau nggak kenapa?
Karena aku nge-fans sama novel
Mas Gong: Labirin Lazuardi.”
Enra datang menemuiku
di hotel Green House, Khao San,
Bangkok. Di pagi hari. Membawa sarapan.
Tadinya aku yang akan menemui Enra.
Di kampung Jawa.
Enra sudah 4 tahun menetap di Bangkok.
Bekerja di perusahaan Amerika.
Di bidan IT. Padahal S2 dia
di Sustainable Tourism di Bangkok.
Menurut Enra, “Pariwisata Bangkok bisa unggul
karena dampak keberlanjutan kepada masyarakat.
Tidak hanya dinikmati oleh pengusahanya saja.”
Hal itu yang menyebabkan banyak preman
di lokasi wisata.
Kami sarapan berdua. Di hari pertama 2026.
Enra diam-diam sedang membangun pariwisata
di kampung halamannya: Banjarnegara.
“Pariwisata di Indonesia belum terintegrasi
Terutama dengan akses transportasinya.”
Begitulah hari pertama.
Di bulan Januari 2026.
Enra pulang.
Aku menyiapkan diri untuk ke Laos.
Di kamar Green House Hotel,
Jordy dan Natasha sedang mengepak ransel.
Jordy sudah membuat 2 video Reel
juga 2 catatan perjalanan.
Natasha juga sudah membuat 1 video Reel.
Aku sendiri sudah menulis 3 esai perjalanan;
LGBT di dalam Sastra, Tidak Ada Kartu Pos Saat Traveling, dan Oase di Khao San yang Hedon.
Rencananya masing-masing menulis buku perjalanan.
Bangkok akan kami tinggalkan malam ini.
Kami akan naik kereta malam menuju Nong Khai.
Gol A Gong
Traveler, Author
#literacyjourney
#golagong
#traveler
#travelwriter