SP-RMII Mengikuti Deklarasi Penggawa Melayu Riau di LAMR Pekanbaru

PEKANBARU – TIRASTIMES : Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industri Indonesia (SPRMII) beserta 16 Ormas Kemelayuan mengikuti Deklarasi Penggawa Melayu Riau dengan Semangat Persatuan Ormas dan OKP Kemelayuan Riau pada hari Rabu pukul 13.50 Wib resmi terbentuk 4 Agustus 2021 yang dilaksanakan dikantor LAMR Kota Pekanbaru.

Ketua SPRMI Pekanbaru Roy Aban mengatakan “SP-RMII satu-satunya organisasi Profesi diantara ormas kemelayuan yang terhabung di Penggawa Melayu Riau, dan terima kasih kepada panglima tinggi Penggawa Melayu Riau Afrizal anjo yang telah menggagas terbentuknya Penggawa Melayu Riau yang dimana tergabung didalamnya terdiri :

  1. Laskar Melayu Riau (LMR)
  2. Pagar Negeri Bumi Riau (PNBR)
  3. Serikat Pekerja Rumpun Melayu Industri Indonesia (SPRMII)
  4. Gagak Hitam ( Gerakan Anak Kepulauan Hidup Indah Tegak Adat dan Marwah )
  5. Serikat Pemuda Ocu (SPO)
  6. Pemuda Melayu Riau Bersatu (PMRB)
  7. Gerakan Anak Melayu (GAM)
  8. Barisan Anak Melayu (BAM)
  9. Ikatan Putra Pekanbaru (IPP)
  10. Satria Melayu
  11. Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS)
  12. Tanjak Bertuah
  13. Gerakan Pemuda Melayu (GPM)
  14. Ikatan Keluarga Rohul (IKR)
  15. Ikatan Keluarga Sungai Tapung
  16. Pemuda Sriwijaya Riau”

Adapun Tagline dari Penggawa Melayu Riau adalah Melayu Bangkit Bersatu, dengan penuh semangat perwakilan Ormas dan OKP meneriakkan Yel Yel ” Melayu Bangkit bersatu, Melayu bangkit bersatu.”

Ketua Panitia Datuk Herman Yahya Domo beserta panitia lainnya telah bersepakat jika tidak ada aral melintang setelah deklarasi ini panitia akan melaksanakan agenda Pelantikan dan Deklarasi Akbar yang rencananya akan digelar di hotel Grand Elite Pekanbaru pada 17 agustus ini.

Panglima Tinggi Penggawa Melayu Riau Afrizal Anjo mengatakan, “dengan terselenggaranya Deklarasi ini maka bulatlah tekad anak Melayu sebagai anak Negeri dibumi lancang kuning ini untuk bangkit dan bersatu dalam menjaga adat, adab dan Marwah Pemimpin Negeri dan Anak Negeri, sebagaimana hakikat yg kita inginkan bahwa kita sebagai Anak Negeri jangan hanya menjadi penonton dikampung kita sendiri”. (hs/rp)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan