Upaya Meraih Lapang Hati, Tenang Hati, Bahagia Hati Manusia: Tausiyah Buya Mas’oed

21

PERNAHKAH kita merasakan kesempitan hati, sampai sedemikian sempitnya, sehingga seolah-olah langit runtuh menindih dada?

Ketika itu pikiran keruh, energi sirna, dan pelita pengharapan pun padam, kesal, puyeng dengan kehidupan, dll…

Sebaliknya, ketika hati kita dilapangkan oleh Allah: segalanya terlihat gamblang, solusi problematika hidup tersaji lengkap, energi meluap, dan kita menatap kehidupan ini dengan penuh semangat serta optimisme tinggi.

Siapa pun yang berpaling dari Allah,
Melupakan-Nya,
Mencintai dan bergantung kepada selain Allah,

NISCAYA HIDUPNYA AKAN MENJADI SEMPIT

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى — قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,”
“dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”
Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (QS: Thaha: 124-126).

Berita Lainnya

Semuanya Diatur AS: Catatan Cak AT

SEBERAPA LAPANG HATI SESEORANG BERHUBUNGAN ERAT DENGAN SEBERAPA KUAT, SEMPURNA, DAN KEYAKINANNYA KEPADA ALLAH

Allah ta’ala berfirman,

فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْديَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجاً كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki akan diberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.”
“Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.”
Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”. (Qs. Al-An’am: 125)
“.. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.”
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (tenang).” (QS. Ar Rad: 28)
“ Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;”
“dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS.An-Nisa:13)
“ dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”
“ DAN (INGATLAH), KETIKA KAMI MENGAMBIL JANJI DARI BANI ISRAIL“ (yaitu):

“janganlah kamu menyembah selain Allah,”
“dan, berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin,”
“serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”
“KEMUDIAN KAMU TIDAK MEMENUHI JANJI ITU, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, DAN KAMU SELALU BERPALING (DARI JANJI).” (QS. Al-Baqarah:82-83)

Intinya adalah, cara untuk meraih Kelapangan, Ketenangan, Kebahagiaan Hati yaitu dengan cara taat pada Allah dan Rasul-Nya,
Itulah kebenaran dan kemuliaan juga kebahagiaan dunia akhirat.

Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan