IKPBS Gelar Halal Bihalal dan Silaturahim Dihadiri Puluhan Pengurus dan Tokoh Bengkalis di Pekanbaru

290

PEKANBARU—TIRASTIMRS: Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Masjid Assyakurin, Labuh Baru, Pekanbaru, Sabtu pagi (3/5), saat Ikatan Keluarga Pulau Bengkalis dan Sekitarnya (IKPBS) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahim. Meski dilaksanakan di bulan Dzulkaidah, pertemuan ini tetap disambut antusias oleh para perantau Bengkalis yang bermukim di Pekanbaru.

Puluhan tokoh masyarakat hadir, memperkuat semangat silaturahim antarwarga. Di antara yang hadir tampak Dr. Syamsurizal, MS (Bupati Bengkalis dua periode), Yan Prana, M.Si (mantan Sekdaprov Riau), Sarjono Amnan, SE, MM (mantan Direktur/ Komisaris Bank Riau-Kepri), Kol. Purn. Said Amir Hamzah, Prof. Dr. Kasmuri Selamat (Guru Besar UIN Suska), Drs. Arlisman Agus, budayawan Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, MIKom, Ph.D (Cand), Hj. Tutin Apriyani, SE (Ketua WPI Riau), Azmi R. Fatwa (pebisnis) dan masih banyak lagi.

Ketua IKPBS, Aziun Asyari, SH, MH yang juga pengacara, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar Bengkalis. “Meskipun agak terlambat, namun semangat untuk menjalin silaturahim tak pernah surut. Inilah momentum untuk mempererat tali persaudaraan sesama perantau,” ujarnya.

Berita Lainnya

Aziun juga mengingatkan wacana yang pernah diusulkan Bupati Bengkalis, Kasmarni, pada Halal Bihalal tahun lalu, yakni menggelar pertemuan seluruh perantau Bengkalis dari 12 kabupaten/kota di Riau. “Sayangnya, tahun ini belum sempat kita wujudkan. Semoga tahun depan bisa terealisasi,” tambahnya.

Acara diisi dengan tausiyah Halal Bihalal oleh Ustadz Marhalim yang menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia sebagai bekal keselamatan di akhirat.

“Kampung asli manusia adalah surga. Namun jalan menuju ke sana sangat sulit, kecil, tajam, licin, dan di bawahnya jurang neraka sedalam 70 tahun perjalanan,” ujarnya.

Ustadz Marhalim juga mengingatkan tiga makna penting dari Halal Bihalal, yakni baro’ah (melepaskan), memaafkan, dan ridha (rasa senang). “Tanpa memaafkan dan saling ridha, silaturahim tidak akan membawa berkah,” tegasnya.

Acara Halal Bihalal IKPBS berlangsung dalam suasana akrab, diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. (nas/wid/fir)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan