Kapan kau akan mempercayaiku menjaga mawar putih itu, Sayang?: Puisi Yansi Aresta Camila

2

Sayang,
lama sekali rasanya engkau mengabaikan perasaanku.
Semua hatiku dan sukmaku, ku berikan hanya untuk ragamu.
Tidak cukupkah usahaku menggali berlian di lautan lahar demi hadiah hari jadimu?
Tidak cukupkah letih lesuku menggarap sawah
agar kau dapat merasai nikmatnya padi yang ku semai dengan penuh kasih?

Sayangku,
tak mampu rasanya diriku mengemban banyak lagi tantangan yang engkau beri.
Remuk sudah rangka peniti takdir ini menganyam tikar yang empuk untuk kau duduki.
Kapan kau membuka gerbang yang penuh dengan mawar putih itu, Sayang?

Sayang,
jika engkau segera memberiku kunci gerbang taman itu,
aku bersumpah di kaki gunung untuk melalang buana bersamamu.
Aku bersumpah meniti jarum agar engkau tak merasa perih.
Aku bersumpah menjadikan engkau permata di antara lautan garam.
Percayalah padaku, Sayang.

Tertanda, Pujangga yang terabaikan oleh mutiaranya.

Ares, 29 Agustus 2026

Temui karya Yansi Aresta Camila lainnya di: https://medium.com/@aressTawithoutT

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan