Perubahan, Sebuah Keniscayaan: Esai M. Azrafiandi

87

Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan kompetisi baik bersifat personal, organisasi ataupun koorporat. Ketidakmampuan untuk berubah dan beradaptasi dengan perubahan, membuat kita menjadi “usang” dengan sendirinya. Dan yang pasti kita tidak akan mampu ikut masuk ke dalam gelanggang kompetisi apalagi untuk berkompetisi secara langsung
Menciptakan perubahan memang membutuhkan dukungan. Namun jangan lupa bahwa dukungan yang pertama dan utama adalah seberapa fleksibel KOMPETENSI dan KAPASITAS diri kita untuk menciptakan perubahan. Prinsip ‘the right man on the right place’, karenanya tidak boleh membelenggu dan membatasi fleksibilitas kita. Sebab pada hakikatnya kita ini diberi kemampuan dan kesanggupan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan.
Setiap organisasi yang baru berdiri akan mengalami penurunan kinerja untuk sementara waktu, yang disebabkan karena organisasi masih mencari bentuk dan orang-orang di dalam organisasi masih menyesuaikan satu sama lain, sehingga belum tercipta satu team work yang baik. Di sisi lain, organisasi baru belum menghasilkan apapun, sehingga masih membutuhkan dukungan sumberdaya yang besar. Namun demikian,lambat laun organisasi akan menghasilkan suatu produk, orang-orang dalam organisasi akan mulai menjadi team yang baik, hubungan antara organisasi dengan lingkungan eksternal mulai tumbuh, kepercayaan masyarakat terhadap organisasi tersebut mulai terjalin, sehingga kinerja organisasi akan membaik dan bahkan jika organisasi tersebut terdiri dari SDM yang berkualitas akan sangat mungkin menjadi oragnisasi terbaik dikelasnya. Di sinilah organisasi akan mengalami grafik yang naik. Namun sayangnya, apa yang sekarang baik, belum tentu besok atau lusa akan tetap baik, kemakmuran dan kejayaan bisa membuat orang lupa diri. Jika ini terjadi pada organisasi, maka orang-orang yang ada di organisasi tersebut dapat lupa diri, yang seringkali ditandai dengan ketidakmampuan melihat kenyataan yang ada, pengendalian diri dan disiplin SDM dan pemimpinnya turun. Kinerja organisasi lambat laun juga akan mengalami penurunan sampai kemudian organisasi tersebut betul-betul mati.
Setiap perubahan harus dimulai secara bertahap. Setiap perjalanan diawalnya selalu dimulai dari sebuah langkah, tujuan yang akan kamu tuju bisa saja tidak mungkin rasanya dicapai. Orang-orang akan mengatakan kepada kamu “… Kamu tidak akan dapat melakukan itu”. Kamu bahkan mungkin mendengar pernyataan itu dari teman-teman bahkan keluargamu. Abaikan saja mereka, kamu tetap harus berjalan, sampai pada akhirnya satu langkah itu menjadi 10 langkah, kemudian menjadi 1000 langkah, dan akhirnya tujuan mu sudah ada di depan matamu.

Berita Lainnya

Pekanbaru, 9 Juni 2023

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan