Syair Bergeliga (Kepada Prof Yusmar Yusuf) – M. Rizal Ical

Syair Bergeliga
(Kepada Prof Yusmar Yusuf)

Bismillah bermula jemari berlenggok
Menulis syair meneroka elok
Tabik hormat mengangkat songkok
Bukan sekadar cakap berlonggok

Sekalipun tiada pernah berjumpa
Saling memandang bertegur sapa
Tertawan hati entah kenapa
Sukar mencari sosok serupa

Gawai berbunyi menjelang siang
Letih bekerja sedikit berkurang
Suguh bacaan pikiran lapang
Selesai membaca jauh pengenang

Wahai tuan siapakah gerangan
Sambil bertasbih nafas tertahan
Sulit mencari salah untaian
Tercengang sampai lupa ucapan

Tuan sebenar berpikir geliga
Runtut kata membuat bangga
Laksana samudra sulit terduga
Teramat dalam luas bertenaga
Meneroka Duri pinggiran Sumatera
Tuan membedah semangat membara
Sumbang pikir geliga kentara
Berdesau darah bangkit gelora

Pikiran tuan bukan kepalang
Berkisah Duri kaya tambang
Tetapi sayang seribu sayang
Semakin hari semakin terkebelakang

Bernama asli Pematang Duri
Dusun kecil penonggak negeri
Terkeruk habis menjilat jari
Kering kerontang tertusuk nyeri

Nasib malang terus membayang
Gerak langkah selalu terkekang
Hanya karena segelintir orang
Malah terpinggir bagai terbuang

Meski Balikpapan kota sebanding
Duri sudah terkalah saing
Para pejabat bercakap bising
Membuat runsing bertambah pening

Pantai timur Sumatera ranggi
Gugus kebudayaan bertaraf tinggi
Duri seolah kurang gerigi
Mungkinkah bakhil tamak berbagi

Tuan bijak berkata benar
Tentang negeri Melayu besar
Orang menganggap bicara kasar
Padahal landas berpijak pendar

Batu geliga bedelau umpama
Membisik cermat diri terkesima
Saran ampuh kalau diterima
Majulah diri seterang purnama

Pemegang tampuk jika serakah
Kurang tanggap lambat berbenah
Kekayaan habis punah ranah
Negeri terpuruk semakin susah

Tuan Melangkah maju ke depan
Sementara kawan berjalan lamban
Lagak melewat bagaikan Sultan
Tumpur lebur tertinggal zaman

Tuan matan berkata lantang
Perkara benar bungkam membungkang
Bukan bengak jual temberang
Keruh berpikir menjadi penghalang

Cepatlah bangkit segera selidik
Membangun negeri cepat dibidik
Bukan akal sekadar cerdik
Cakap besar perintah menghardik

Susur kusut lepaskan ungkai
Usah contoh buruk perangai
Bangun tegak jangan terbengkalai
Duduk berbincang sepakat pandai

Susun jemari takzim bersimpuh
Nasehat tuan lecutan ampuh
Sepanjang hayat dipegang teguh
Bersatu maju bercerai runtuh

Selesai syair menjelang petang
Bersama hilang kecamuk bimbang
Tuan bergeliga memberi pandang
Segala gelap terang berandang

Kelapapati, 01 Zulhijjah 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan